Madina (ANTARA) - PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) mendorong kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, untuk berperan sebagai inkubator bisnis dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.

Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Ali Sahid, menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Madina bersama wartawan di basecamp SMGP, Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi tantangan bagi kampus agar dapat berperan sebagai inkubator bisnis UMKM, sehingga produk masyarakat bisa berkelanjutan dan mampu bersaing di era digital,” ujar Ali Sahid, dikonfirmasi Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, PT SMGP merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang termasuk objek vital nasional berdasarkan keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perusahaan tersebut berkontribusi dalam penyediaan energi ramah lingkungan sekaligus mendukung program ketahanan energi nasional.

Menurutnya, dalam menjalankan operasional, SMGP menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu lingkungan dan gas hidrogen sulfida (H2S). Namun, dukungan pemerintah dan masyarakat membuat perusahaan tetap melanjutkan kegiatan operasionalnya.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan program Corporate Social Responsibility and Community Development (CDCR) yang difokuskan pada lima pilar, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial budaya dan keagamaan.

Ali menyebutkan, pada sektor ekonomi, masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) telah mengembangkan berbagai usaha UMKM, mulai dari produksi makanan ringan hingga sektor pertanian dan peternakan.

“Produk UMKM sudah berkembang, bahkan sebagian telah memiliki label halal. Namun, tantangan utama saat ini adalah pengembangan usaha, terutama dalam pemasaran berbasis teknologi digital,” katanya.

Ia menilai, keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap digital marketing menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam pendampingan dan pengembangan usaha.

Sementara itu, Ketua BEM STAIN Madina, Abdul Bais Nasution, menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan siap menindaklanjuti di tingkat kampus.

“Ini ide yang sangat baik. Selama ini SMGP sudah beberapa kali menggelar seminar UMKM di kampus, namun belum ada tindak lanjut konkret. Ke depan akan kami bahas bersama pihak kampus,” ujarnya.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026