Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan penyerapan jagung pipil hasil binaan Kepolisian Daerah (Polda) Sumut dan jajaran guna menjaga stabilitas harga di pasar.
"Hari ini, estimasi panen yang kami serap sekitar 30 ton di Kabupaten Karo," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan penyerapan tersebut terus berlanjut karena sejumlah daerah mulai memasuki masa panen, seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Dairi.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyerapan jagung dilakukan secara intensif di wilayah kepolisian resor (polres) setempat untuk menambah stok di gudang serta menjaga stabilitas harga bahan pakan ternak tersebut.
"Dari hasil pemantauan dengan adanya penyerapan itu harga jagung di pasar mulai turun menjadi Rp6.800 per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp7.000 per kilogram," katanya.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Jagung pakan yang disalurkan merupakan jagung pipil kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kadar air (KA) 18–20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut terus melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, dan pemerintah daerah.
Budi menambahkan, dengan adanya kerja sama bersama Polda Sumut, stok di gudang Bulog terus bertambah.
Saat ini, stok jagung mencapai 4.500 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026