Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai menyalurkan jagung pipil dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur.
"Hari ini, kami mulai menyalurkan kepada peternak ayam petelur dengan target 66 ton jagung," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Selasa.
Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP tersebut ditujukan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai.
Lebih lanjut, ia mengatakan total penyaluran jagung SPHP kepada enam peternak tersebut mencapai 1.116 ton.
"Penyaluran jagung SPHP dilakukan secara bertahap. Untuk itu, kami meminta peternak ayam petelur segera mengambil jagung tersebut di gudang Bulog," katanya.
Ia mengatakan harga jagung pipil dalam program SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram yang diambil di gudang Bulog dengan harapan dapat menjaga stabilitas harga telur di pasaran.
"Kami mengimbau peternak ayam petelur tidak memperjualbelikan jagung tersebut. Jika dijual, hal itu melanggar hukum," ujarnya.
Menurut dia, penyaluran jagung SPHP bertujuan untuk membantu peternak ayam petelur guna meningkatkan produksi, sehingga harga telur tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Budi mengatakan sejumlah daerah di Sumut mulai memasuki masa panen, di antaranya Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Dairi, yang selanjutnya juga akan dilakukan penyerapan hasil panen.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, dan pemerintah daerah.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan kadar air (KA) 18–20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026