Medan (ANTARA) - Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi yang akrab disapa Jiji menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Karo di Lapangan Samura, Karo, Sumatera Utara, Ahad (8/3).
Kehadirannya dinilai sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan sejarah serta budaya masyarakat Karo yang berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian budaya.
Jiji mengatakan, kehadirannya tidak hanya sebagai undangan resmi pemerintah daerah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah masyarakat Karo yang memiliki keterkaitan dengan Kota Binjai.
"Hubungan sejarah dan budaya antara masyarakat Karo dengan Binjai sangat erat. Kita ingin terus menjaga silaturahmi, dan menghargai warisan sejarah tersebut,” ujar Hasanul Jihadi.
Secara historis, lanjut dia, masyarakat Karo memiliki peran sangat penting bagi perkembangan sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Medan dan Binjai.
"Sejumlah literatur sejarah menyebutkan, tokoh dan komunitas Karo sebagai bagian dari kelompok awal yang membuka dan mengembangkan kawasan ini," tutur Jiji.
Pengamat seni dan budaya Sumatera Utara K Ginting menyatakan, kehadiran Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menunjukkan sensitivitas sejarah dan hubungan kultural antardaerah.
Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-80 Kabupaten Karo seharusnya juga menjadi ruang memperkuat solidaritas pemerintah daerah di Sumatera Utara, khususnya daerah yang memiliki keterkaitan sejarah.
"Hubungan sejarah antara Karo dengan beberapa daerah di Sumatera Utara, termasuk Medan dan Binjai cukup kuat. Karena itu, kehadiran kepala daerah atau perwakilannya dalam perayaan seperti ini memiliki makna simbolik yang penting,” katanya.
Ia juga menyoroti, ketidakhadiran perwakilan Pemerintah Kota Medan dalam perayaan ini, walau secara historis Medan juga memiliki keterkaitan dengan masyarakat Karo.
"Jika kepala daerah berhalangan hadir, seharusnya bisa mengutus perwakilannya sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas antardaerah tingkat dua," jelas Ginting.
HUT ke-80 Kabupaten Karo ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya, pertunjukan seni tradisional serta upacara resmi dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
"Langkah ini penting untuk menjaga hubungan kultural sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan antardaerah di Sumatera Utara," papar Ginting.
