Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima bantuan kemanusiaan atas bencana dari Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp600 juta.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menyebutkan, bantuan ini merupakan yang kedua kali setelah bantuan Rp5,78 miliar bagi tiga provinsi di Sumatera akhir tahun lalu.
"Atas nama pemprov dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan segera untuk masyarakat," kata Sulaiman di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Saat ini, lanjut dia, bantuan itu telah dimanfaatkan untuk pembangunan hunian tetap nantinya akan diserahkan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumut.
Tercatat, Pemprov Kaltim melalui program "Kaltim Peduli Bencana" telah mengalokasikan dana kemanusiaan sebesar Rp5,78 miliar bagi tiga provinsi Sumatera, yakni Sumut, Sumatera Barat, dan Aceh.
Dari sebesar Rp5,78 miliar itu, di antaranya Pemprov Sumut menerima bantuan Rp1 miliar berdasarkan hasil mitigasi dampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
"Pada akhir tahun lalu, dimana bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumut. Bantuan pertama kali datang dari Pemprov Kaltim, dan diikuti bantuan pemerintah lainnya," tuturnya.
Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut menyatakan, ada18 kabupaten/kota di Sumut terdampak bencana hidrometeorologi dengan estimasi kerugian Rp17,23 triliun.
Adapun jumlah masyarakat terdampak bencana ini mencapai 479.045 kepala keluarga atau 1.803.549 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa.
Untuk korban mengalami luka-luka mencapai 126 jiwa, korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, dan masih dinyatakan hilang 53 jiwa.
"Bantuan ini sangat membantu kami, mengingat kondisi keuangan di akhir tahun yang agak sulit," ujar Sulaiman.
Pihaknya juga menjelaskan, bahwa perkiraan biaya untuk pembangunan hunian tetap telah dianggarkan sebesar Rp60 juta per unit.
"Anggaran itu belum termasuk biaya pembangunan fasilitas umum, seperti air, listrik, rumah ibadah, tempat bermain, dan fasilitas pendukung lainnya," papar Sulaiman.
Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni menyebutkan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat Kaltim terhadap bencana di tiga provinsi Sumatera.
"Bantuan ini diberikan masyarakat Kaltim bersumber dari ibu-ibu pengajian, ibu-ibu arisan, kelompok masyarakat, dan dana lainnya. Total Rp600 juta, di antaranya Rp300 juta bagi Tapanuli Selatan, dan Rp300 juta Tapanuli Tengah," kata Sri Wahyuni.
Pihaknya berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumut karena saat ini Provinsi Sumut juga tengah melakukan pembangunan hunian tetap.
"Seluruh masyarakat Kaltim mendoakan agar Sumatera Utara segera pulih, dan bangkit pascabencana banjir dan tanah longsor," tutur Sri Wahyuni.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Sumut terima bantuan kemanusiaan dari Kaltim Rp600 juta
