Tapanuli Utara (ANTARA) - J Sinaga (37), orangtua salah satu murid di TK GKPI Tarutung Kota mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jenis buah naga yang disalurkan dapur Bisukma I Teras sudah dalam keadaan busuk dan berulat hingga tidak layak konsumsi.
Kondisi buah yang sudah tidak layak komsumsi diketahui saat si orangtua menerima bingkisan MBG yang dibawa anaknya setibanya di rumah.
"Saat buah naganya kami belah dengan pisau, buah naga itu sudah busuk dan di dalam berisi ulat, kami heran kenapa seperti ini kualitas MBG," terang J Sinaga, Jumat (23/1).
Si orangtua murid langsung menghubungi pihak sekolah TK GKPI Tarutung Kota untuk mempertanyakan hal tersebut, dan ternyata, pihak sekolah juga mengakui ada sebagian buah naga yang busuk dan hal ini telah dilaporkan kepada pengelola dapur MBG, yakni Yayasan Bisukma, milik Ketua Gerindra Taput, Erikson Sianipar.
"Pihak sekolah mengatakan jika mereka telah melaporkan hal tersebut kepada pihak pengelola dapur MBG," ujar J Sinaga.
Selain penemuan buah naga yang busuk dan berulat, J Sinaga juga mengungkapkan jika sebelumnya, dirinya juga pernah menemukan menu MBG jenis makanan ringan roti yang sudah dalam keadaan hancur seperti remah-remah di dalam bungkus plastik yang diterima anaknya.
"Ini kali kedua setelah sebelumnya ada makanan ringan (roti) yang juga sudah rusak. Masa menu buah yang busuk dan berisi ulat juga dikasihkan ke anak. Apakah buah buahnya tidak diperiksa sebelum dikemas," sebutnya.
Dia merasa heran, menu MBG ini terkesan asal jadi, kurang berkualitas, padahal katanya makanan bergizi untuk anak, tapi nyatanya kualitasnya busuk, berulat dan tidak layak komsumsi.
Harapnya, pihak pengelola dapur MBG dapat lebih profesional, teliti, dan hati-hati dalam menyajikan menu MBG ke depan.
"Tolonglah agak profesional, teliti dan hati-hati, apalagi ini untuk anak-anak," pintanya.
Pemilik dapur MBG Bisukma I Tarutung, Erikson Sianipar yang dikonfirmasi terkait keluhan orangtua murid atas menu MBG yang disalurkan menanggapi secara normatif persoalan ini.
"Nanti saya cek, karena SPPG yang mengurus operasional," sebutnya.
Terpisah, Pemerhati pendidikan yang juga Ketua Lembaga Study Advokasi dan Riset Anak Indonesia (ELSARAI), Edy Siburian menyesalkan adanya penemuan menu MBG yang busuk dan berulat. Ia meminta agar pemerintah melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap dapur MBG Bisukma I Teras Tarutung.
"Sebab hal ini sangat hal ini berbahaya kalau dibiarkan, karena terkesan sepele. Kita minta pemerintah melakukan pemeriksaan dan evaluasi dapur, jangan-jangan dapurnya tidak sesuai standar tapi dipaksakan jadi," sindirnya.
