Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sepanjang tahun 2025 total pengguna jasa mencapai 2.638.594 orang atau tumbuh 8 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 2.433.647 penumpang.
Plt. Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan, Kamis, mengatakan tren positif itu mengukuhkan posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas yang kian diandalkan, sekaligus menjadi bukti bahwa perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet dan terjadwal kini telah menjadi kebutuhan warga di wilayah ini.
Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu oleh geliat ekonomi yang terus berkembang dan peningkatan mobilitas di wilayah operasional kereta api Sumatera Utara.
Sebagai sarana mobilitas, kereta api kini semakin vital perannya sebagai jembatan transportasi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah.
Stasiun Medan mempertegas posisinya sebagai magnet utama pergerakan masyarakat di Sumatera Utara dengan volume penumpang tertinggi, disusul oleh Stasiun Kisaran dan Stasiun Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan favorit.
KAI Divre I Sumatera Utara mencatat peningkatan tren perjalanan ini sebagai bukti kepercayaan publik terhadap kereta api yang kini menjadi urat nadi transportasi paling sibuk di wilayah tersebut.
Sebagai poros integrasi antarwilayah sekaligus jangkar ekonomi bagi UMKM lokal, kata Anwar, stasiun kereta api di Sumatera Utara kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang vital bagi masyarakat.
"KAI menghadirkan kereta api sebagai pionir transportasi dengan keunggulan tepat waktu serta kapasitas angkut yang besar, menjadikannya tulang punggung mobilitas yang menggerakkan konektivitas di Sumatera Utara," katanya.
KAI Divre I Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan pada tahun 2025 melalui tiga kereta api unggulannya.
KA Sribilah Utama relasi Medan - Rantau Prapat PP menjadi primadona dengan lonjakan penumpang paling tinggi, yakni mencapai 19 persen atau sebanyak 701.728 orang.
Tren positif juga diikuti oleh KA Siantar Ekspres rute Medan - Siantar PP yang tumbuh 13 persen dengan melayani 500.508 penumpang.
Sementara itu, KA Putri Deli jurusan Medan - Tanjungbalai PP tetap menjadi rute tersibuk dengan total 1.291.015 penumpang, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Modernisasi layanan kereta api di Sumatera Utara membuahkan hasil. Tingginya minat masyarakat membuktikan bahwa layanan yang ekonomis, terintegrasi, aman, dan tepat waktu kini menjadi pilihan utama. Berpindah tempat kini jauh lebih efisien, membuat kereta api semakin dicintai sebagai urat nadi transportasi Sumut.
"Layanan kereta api yang inklusif merupakan bukti dedikasi KAI Divre I Sumatera Utara dalam mentransformasi mobilitas publik. Melalui integrasi aspek keamanan dan kenyamanan, kami berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Sumatera Utara. Ini adalah dukungan konkret kami bagi masyarakat yang dinamis untuk terus bergerak maju dan produktif," katanya.
