Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara melakukan peningkatan kapasitas dan optimalisasi Rail Ticketing System (RTS) demi memperkuat performa seluruh kanal pemesanan tiket Lebaran.
Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo,di Medan, Selasa, menjelaskan bahwa pembaruan infrastruktur tersebut menggunakan teknologi yang lebih modern agar sistem dapat menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merencanakan mudik dengan lebih mudah dan lancar. Dengan sistem yang lebih tangguh, risiko kendala teknis saat war tiket Lebaran dapat kita minimalisir, sehingga aksesibilitas layanan tetap terjaga optimal,” ujar Anwar.
Selama proses optimalisasi sistem yang berlangsung, kata dia, layanan pemesanan, pembayaran, hingga pembatalan secara online melalui aplikasi Access by KAI dan kanal mitra eksternal akan diistirahatkan sejenak.
Khusus di wilayah Divre I Sumatera Utara, aktivitas itu berdampak pada dua perjalanan kereta api malam, yaitu KA Sribilah Utama (U56) relasi Medan – Rantau Prapat (Berangkat Medan pukul 23.00 WIB) dan KA Sribilah Utama (U55) relasi Rantau Prapat – Medan (Berangkat Rantau Prapat pukul 22.35 WIB).
Ia menyebutkan KAI telah menyiapkan prosedur khusus untuk memastikan perjalanan penumpang tetap berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan , di antaranya untuk keberangkatan dari Stasiun Medan dan Stasiun Rantau Prapat, penjualan tiket masih dapat dilayani secara online sebelum sistem memasuki masa pemeliharaan.
Namun, bagi masyarakat di stasiun antara (seperti Stasiun Kisaran dan Stasiun Tebing Tinggi) yang ingin membeli tiket secara mendadak (go-show), pelayanan dialihkan secara manual melalui loket stasiun (offline).
Petugas stasiun telah menyiapkan manifest penumpang manual. Penumpang yang berangkat pada periode tersebut sangat diimbau untuk menyimpan tangkapan layar (screenshot) e-ticket/kode booking atau memeriksa email konfirmasi sebagai cadangan data guna mempercepat proses verifikasi.
KAI menjamin seluruh data pelanggan dan riwayat transaksi tetap terjaga keamanannya. Sistem dipastikan kembali beroperasi normal secara penuh tepat pada pukul 04.00 WIB.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan singkat ini. Pemilihan waktu dini hari dilakukan untuk meminimalisir dampak bagi pelanggan karena trafik transaksi pada jam tersebut berada di titik terendah. Peningkatan ini adalah wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan transportasi yang modern, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutup Anwar.
