Medan (ANTARA) - Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan 600 unit
Rumah Hunian Danantara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari dukungan percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana.
Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta
dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan
sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas
pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara akan dilanjutkan secara bertahap dengan target hingga 15.000 unit dalam beberapa bulan ke depan, guna memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak.
"Dari kami Danantara diserah terimakan sebanyak 600 unit. Dan ini kita selesaikan dalam waktu 14 hari, lebih 1 hari jadi 15 hari. Ukurannya masing-masing 20 meter persegi. Dengan spesifikasi yang sudah ada isi, berupa 2 set tempat tidur, lemari, dan sarana komunalnya berupa MCK, mushola, dan dapur umum. Masing-masing rasionya sekitar 1 toilet atau kamar mandi untuk 5 unit," kata Managing Director Danantara Rohan Hafas usai serah terima ke Pemkab Aceh Tamiang.
Rohan mengatakan, selama menempati Huntara ini, warga akan gratis 6 bulan listrik dan gas. Selain itu juga disediakan wifi, tempat bermain anak-anak, pusat kesehatan.
"Fasilitas tadi saya sudah sebut ada musala, ada dapur bersama, cukup besar. Itu juga satu kompor untuk berlima keluarga. Kemudian juga ada taman bermain anak-anak, seperti kita dengar suara anak-anak di latar belakang kita. Di setiap gang ini kan juga ada tempat duduk-duduk buat mereka bercengkrama di sore hari, ibu-ibu bersama, jadi supaya stresnya tidak seperti di pengungsian yang bentuknya tenda. Seperti asrama," ucapnya.
Rohan mengatakan untuk bencana Sumatra, Danantara menargetkan membangun 1.500 huntara yang tersebar untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. "600 unit ini yang pertama. Tanggal 15-16 (Januari) nanti di Pidie," ucapnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengatakan ini bentuk kolaborasi antar Badan Usaha Milik negara (BUMN) di bawah Danantara. Hal ini sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk bergerak cepat.
"Arahan Bapak Presiden satu bergerak cepat, kedua bergerak semua. Nah ini yang sekarang terjadi di sini, dalam waktu sekitar dua minggu, berkolaborasi BUMN dan Hutama Karya membantu bersinergi bersama pemerintah daerah, akhirnya bisa terwujud hunian sementara yang akan nanti ditempati secara bertahap. Kami tentu mengapresiasi kerja cepat, kolaborasi cepat dari BUMN dan Danantara ini," kata Bima Arya.
Selanjutnya nantinya akan diatur Pemkab Aceh Tamiang untuk membangun sistem. Terutama untuk memastikan air, listrik,hingga transportasi. "Jadi mungkin RT-RW barunya seperti apa, karena sudah diserahterimakan, nanti tentunya pemerintah daerah akan memastikan semua itu terlayani dengan baik. Jadi kadesnya nanti tetap memonitor di sini, tidak dilepas," ucapnya.
