Sergai (ANTARA) - Aksi pencurian sepeda motor Yamaha NMax BK 5178 XBJ terjadi di halaman parkir Masjid Nurul Hasanah, Dusun VII Lorong VII, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (28/12/2025) subuh.
Peristiwa tersebut diduga dilakukan komplotan berjumlah empat orang yang menggunakan mobil jenis Avanza atau Xenia dan terekam kamera pengawas (CCTV) masjid.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Nurul Hasanah, Ridwan Rangkuti, menjelaskan pencurian terjadi sekitar pukul 05.10 WIB saat jamaah tengah melaksanakan rakaat kedua salat Subuh berjamaah.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat sebuah mobil berwarna silver berhenti di sekitar area parkir masjid. Satu orang pelaku turun dan mendekati sepeda motor korban, kemudian disusul dua rekannya. Ketiganya mengangkat sepeda motor ke dalam mobil, sementara satu pelaku lainnya diduga menunggu di dalam kendaraan.
“Kalau kita lihat dari CCTV, mobil datang, satu orang turun mendekati sepeda motor, lalu dua orang lagi membantu mengangkat motor ke mobil. Diduga Avanza atau Xenia,” ujarnya.
Ridwan menyebut kejadian pencurian di Dusun VII ini bukan yang pertama, meski jaraknya cukup lama. Ia berharap aparat kepolisian bertindak cepat agar memberikan efek jera. “Kami berharap ada respons cepat dari kepolisian supaya jamaah merasa aman saat memarkirkan sepeda motor ketika beribadah,” katanya.
Sementara itu, Sumitro, korban pencurian mengaku baru mengetahui sepeda motornya hilang usai salat Subuh berjamaah.
“Selesai salat, saya lihat motor sudah tidak ada lagi di parkiran,” ujarnya.
Ia menjelaskan sepeda motor Yamaha NMax warna hijau tahun 2024 tersebut merupakan milik istrinya atas nama Linda Sari.
Atas kejadian itu, Sumitro langsung membuat laporan ke Polsek Firdaus dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 28 juta.
Terpisah, Kapolsek Firdaus AKP Ahmad Albar membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Korban sudah membuat laporan dan sampai saat ini anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan,” kata AKP Ahmad Albar, Minggu malam (28/12).
Ia menjelaskan polisi telah mengecek rekaman CCTV di masjid dan CCTV di jalur keluar wilayah tersebut. “Kami cek CCTV masjid dan CCTV pintu keluar. Dari cara bertindaknya, diduga pelaku berasal dari luar karena menggunakan mobil,” ujarnya.
Terkait jumlah pelaku, Kapolsek menyebut dari rekaman CCTV terlihat sedikitnya empat orang.
“Yang nampak di CCTV itu satu orang di mobil dan tiga orang yang turun. Jadi diduga sekitar empat orang,” katanya.
Kapolsek menegaskan, saat ini polisi masih memburu pelaku dan menelusuri arah pelarian komplotan tersebut.
