Tapanuli Utara (ANTARA) - Kepala Seksi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing mengungkapkan, akses jalinsum yang menghubungkan Kabupaten Taput dan Kabupaten Tapanuli Tengah masih hanya mampu dibersihkan hingga KM 33, tepatnya di Dusun Sibalanga Jae, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Taput.
"Pemkab Taput, TNI Polri, BPBD, dan sejumlah instansi yang terlibat telah membersihkan material longsoran tanah yang menutupi badan jalinsum Taput-Tapteng hingga KM 33 di Dusun Sibalanga Jae, Desa Sibalanga, Adiankoting," ungkap Aiptu Walpon, Jumat malam (28/11).
Harapnya, pembersihan seluruh ruas jalan yang tertimbun secepatnya dapat dirampungkan, sebab selain demi membuka akses jalan tembus, juga dapat memudahkan serta memperlancar jalur evakuasi para korban.
Disebutkan, sesuai informasi terakhir yang dihimpun, jumlah keseluruhan bencana alam di Taput terjadi di 53 titik lokasi dengan rincian titik longsor sebanyak 38 lokasi, banjir terjadi di 12 titik lokasi, pohon tumbang di dua lokasi, serta tiang listrik yang tumbang di satu lokasi.
Menurut Aiptu Walpon, setelah pembersihan areal badan jalan hingga di Desa Sibalanga Adiankoting, masih terdapat sekitar lebih kurang 13 titik longsor hingga ke perbatasan Tapanuli Tengah.
"Mudah-mudahan dalam tiga hari ke depan, akses tembus Taput-Tapteng bisa dipulihkan meskipun jalur lalulintas akan diberlakukan sistem buka tutup satu jalur yang disebabkan kerusakan badan jalan di sejumlah titik," ujarnya.
Nantinya, kata Aiptu Walpon, setiap perkembangan informasi akan disampaikan agar seluruh masyarakat mengetahui kondisi terkini di lapangan.
