Aekkanopan (ANTARA) -
Sebanyak 80 warga lanjut usia mengikuti prosesi wisuda Strata 1 sekolah lansia "Sidaya" yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Labuhanbatu Utara di aula Ahmad Dewi Syukur Aekkanopan, Selasa (25/11).
Wisuda bertema “Lansia Sehat, Aktif, Produktif, dan Mandiri” itu merupakan bagian program dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia serta memperkuat ketahanan keluarga.
Bupati Labura Dr H Hendri Yanto Sitorus SE MM mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, khususnya para pengajar Sekolah Lansia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas DPPKB dan para guru di Sekolah Lansia yang telah menjadi pengajar bagi orang tua kita yang sudah lanjut usia. Mereka mengajar tanpa gaji, tanpa anggaran, tetapi tetap bekerja dengan hati,” ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan rasa bangga kepada para wisudawan lansia yang tetap bersemangat mengikuti proses pembelajaran.
“Di usia yang tidak lagi muda, bapak dan Ibu masih semangat menuntut ilmu. Ini contoh luar biasa bagi generasi muda,” puijinya pada acara yang dihadiri Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus SE MM, Wabup Dr H Samsul Tanjung ST MH dan perwakilan BKKBN Sumut itu.
Sementara Kepala DPPKB Labura Erni Melinda Napitupulu SKM dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada regulasi nasional, termasuk Keputusan Deputi KSPK BKKBN No. 15/KEP.KSPK/F3/2024.
"Tahun ini, sebanyak 80 wisudawan mengikuti prosesi tatap muka dengan pembiayaan bersumber dari dana P-APBD 2025," katanya saat memberikan laporan kegiatan.
Dijelaksannya, sekolah lansia “Sidaya” baru berjalan di Desa Damuli Pekan Kecamatan Kualuhselatan dan Desa Pulo Dogom Kecamatan Kualuhhulu selama satu semester.
Proses belajar berlangsung seminggu sekali dengan 12 materi pembelajaran, mulai dari konsep penuaan, kesehatan fisik dan mental, penyakit degeneratif, gizi lansia, hingga olahraga dan wisata ramah lansia.
Erni juga menegaskan, para pengajar menjalankan tugas secara sukarela. “Kegiatan ini belum masuk dalam anggaran. Para guru lansia mengajar secara sukarela, tanpa dibayar, namun tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan komitmen,” ujarnya.
Pada bagian lain, ia menyebutkan Program Sekolah Lansia diharapkan mampu mencetak lansia mandiri yang dapat menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.
“Para wisudawan diharapkan terus berkontribusi sebagai pribadi yang mandiri dan produktif menuju Indonesia Emas 2045,” katanya pada acara yang dirangkai dengan sesi foto bersama itu.
