Medan (ANTARA) - Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara memastikan program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, tepat sasaran untuk kelompok 3B yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara Fatmawati mengatakan pelaksanaan program MBG 3B merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antarKepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang menekankan pentingnya pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.
"Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk turut mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B," ujar Fatmawati di Balige, Selasa.
Ia mengatakan pendampingan itu tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.
“Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan pemantauan itu, BKKBN Sumatera Utara berharap pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
