Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyatakan empat Universitas Islam Negeri (UIN) berkolaborasi dalam menyusun policy brief geopolitik saat Seminar dan Konferensi Internasional di empat kampus yang nantinya bakal diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri RI.
“Ada empat UIN yang berkolaborasi dalam mewujudkan seminar internasional ini sebagai bentuk kontribusi akademik atas arah kebijakan Presiden Prabowo di forum global,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan Menag tersebut disampaikan saat konferensi pers pada International Seminar and Conference of the Malay-Islamic World di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan.
Kampus yang terlibat dalam penyusunan policy brief tersebut, yakni UIN Alauddin Makassar, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tiap kampus itu akan mengangkat isu-isu berbeda perihal geopolitik.
UIN Alauddin Makassar menggelar seminar internasional bertajuk Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza,
“Kegiatan ini membedah arah kebijakan Indonesia dalam mendorong solusi dua negara serta kontribusi Presiden Prabowo terhadap upaya mewujudkan perdamaian berkeadilan di Gaza,” ujar Menag.
UIN Sumatera Utara Medan menggelar seminar internasional dengan tema “Reading The Geopolitical Direction of President Prabowo: Revitalizing the Role of the Malay-Islamic World in the New Global Order.”
“Dari sini kita berharap lahir pemikiran regional di Asia Tenggara untuk membantu Presiden merumuskan kebijakan luar negeri berbasis iman dan nilai agama. Terlebih banyak bantuan yang terus mengalir untuk Palestina. Kita ingin solusi ini berkelanjutan,” kata Menag.
UIN Sunan Ampel Surabaya nantinya membahas karakter moderasi beragama Indonesia.
"Di Surabaya akan dikupas mengapa Islam di Indonesia bisa moderat dan cara berpikir umatnya begitu brilian. Di sana kita melihat konten emosional dan fondasi intelektualnya,” kata Menag.
Sementara itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan menjadi tuan rumah puncak acara seminar internasional ini. Tiga pokok pikiran yang tersusun di UIN Makassar, UIN Sumatera Utara, dan UIN Surabaya akan disatukan saat gelaran seminar di UIN Jakarta untuk dijadikan sebuah policy brief.
“Jajak pendapat ini menggunakan pandangan para akademisi yang ahli, dengan dukungan data kuantitatif dan kualitatif,” kata Menag.
Sebelumnya Rektor UIN Sumatera Utara Prof Nurhayati mengatakan saat ini percaturan dunia menuntut kolaborasi lintas sektor dan lintas budaya untuk merespons tantangan geopolitik, kemiskinan, fragmentasi sosial, serta disrupsi digital.
Dunia Melayu-Islam memiliki modal besar yakni warisan budaya yang kaya, nilai keagamaan universal rahmatan lil’alamin, populasi amat signifikan di Asia Tenggara dan lintas benua, serta jejaring pendidikan dan riset yang makin berkembang.
Keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperkuat soliditas kawasan, lanjut dia, memperjuangkan perdamaian dan keadilan global, serta mendukung tatanan dunia baru bagi dunia Melayu-Islam, menjadi pijakan utama strategi pembangunan “multi poros” yang inklusif dan berkelanjutan.
Kita mengetahui bahwa Visi geopolitik Presiden Prabowo telah menempatkan Indonesia sebagai aktor sentral dalam percaturan global melalui diplomasi aktif dan fondasi pertahanan nasional yang kuat, khususnya di bidang maritim dan keamanan strategis.
Pendekatan hedging yang dikembangkan mampu menjaga hubungan baik dengan kekuatan utama dunia sambil memaksimalkan posisi tawar Indonesia dalam berbagai forum internasional.
Lebih dari sekedar kepentingan nasional, Presiden Prabowo proaktif memperjuangkan isu Muslim global, termasuk membangun solidaritas untuk Palestina serta penguatan forum dunia Melayu Islam.
Sebagai hasilnya, Indonesia kini dipandang sebagai mediator, jembatan kerja sama lintas blok, dan kekuatan menengah yang kokoh mengusung perdamaian serta keadilan global.
"Prestasi gemilang ini tercermin dari pengakuan internasional: Presiden Prabowo masuk dalam 15 top leader dari 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia, sebagai bukti kuat bahwa diplomasi Indonesia kian berperan dalam menentukan arah perubahan peradaban Melayu Islam di berbagai belahan dunia," katanya.
