Rantauprapat (ANTARA) - Belasan Kepala Keluarga di Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, keluhkan timbunan tanah di jalan perbatasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Pasar 3 Blok A yang berbatasan dengan perkebunan sawit Adipati PT Sinar Mas Resources and Technology (SMART) Tbk, di Desa Bulungkut, Kecamatan Marbau.
“Kasihan kami, Pak. Kami sudah hampir sebulan tidak bisa bekerja. Anak-anak pun sempat seminggu tidak bisa sekolah. Beberapa hari ini kami terpaksa menembus jalan berlumpur untuk mengantar anak ke sekolah. Sepatu mereka sampai penuh lumpur,” kata Aris Laila bersama 11 KK lainnya, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa jalan tersebut sudah ada sejak 1999 dan selalu bisa dilalui truk. Bahkan pernah memperbaiki jalan ini dengan batu, sekarang justru ditimbun oleh PT SMART Kebun Adipati.
Jalan tersebut ditutup dengan tumpukan lumpur hasil kerukan parit menggunakan alat berat pada Sabtu, 1 November 2025. Akibatnya, para pekebun dan pekerja mengeluh karena tidak bisa beraktivitas seperti biasa.
Tumpukan lumpur sepanjang sekitar 300 meter di Blok A Pasar 3, Desa Belungkut, Kecamatan Marbau, membuat warga kesulitan melewati jalan itu untuk mengangkut hasil panen dan melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, sudah hampir satu bulan para pekerja tidak bisa bekerja.
Aris mengakui, mereka berdomisili di Kecamatan Aek Kuo, bukan Marbau, namun jalan tersebut merupakan akses utama untuk keluar masuk kebun mulai dari truk pengangkut TBS, anak-anak berangkat sekolah, hingga aktivitas ke pasar.
“Sudah hampir 20 tahun kami lewat sini, baru ini jalan ditutup lumpur dari parit. Biasanya lumpur parit ditempatkan di lahan kebun, bukan di badan jalan,” ungkap Aris.
Warga lain, Amiruddin (71), mengatakan bahwa sebelum jalan tertimbun, pihak perusahaan sempat menyatakan bahwa titi (jembatan kecil) akan dipindah untuk keperluan pembersihan parit.
Sudah 20 tahun lebih berkebun di wilayah Aek Kuo dan baru kali ini jalan ditutup lumpur.
“Waktu itu kami bertemu orang perusahaan. Mereka bilang titi mau dipindah. Saya keberatan karena itu menyusahkan kami yang berladang di sini. Setelah itu, tanggal 1 November, parit dikeruk dan lumpurnya ditumpuk di jalan. Akhirnya masyarakat tak bisa lewat, truk pun tak bisa masuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada 12 KK yang menggantungkan hidup sebagai pemanen di kawasan itu. “Kalau jalan ditutup, bagaimana mereka makan? Tega kali perusahaan,” ujarnya kecewa.
Dampak penutupan jalan ini sangat dirasakan, mulai dari sulitnya mengangkut buah sawit, penyempitan jalan, meningkatnya biaya transportasi, hingga anak-anak yang kesulitan pergi dan pulang sekolah.
Warga juga telah mengirimkan surat permohonan perlindungan kepada pemerintah Desa Belungkut dan pihak kecamatan, dengan tembusan kepada Camat Marbau dan Bupati Labuhanbatu Utara.
Surat tersebut ditandatangani oleh Amiruddin, Mufti Ahmad, Muhtar, Masnilam Rambe, Ramlan, Jondol, Rusdi, Simamora, Haris, Juliandi, Ritonga, dan Jhonson Purba. Mereka meminta agar pemerintah membantu membuka kembali akses jalan dan membersihkan tumpukan lumpur.
“Kami berharap jalan bisa digunakan kembali seperti biasa, agar para pekebun dan pekerja dapat bekerja untuk kebutuhan keluarga,” tulis warga dalam surat tersebut.
Manajer PT SMART Kebun Adipati tidak berada di kantor saat hendak dikonfirmasi bersama. Satpam perusahaan, Sutiono, mengatakan manajer sudah pulang.
Sementara, Humas PT SMART, Nathan, saat dihubungi bersama, melalui aplikasi pesan menyampaikan akan mengonfirmasi masalah tersebut kepada manajer.
“Kami cek dulu ke kebun. Nanti kami informasikan kembali,” kata Nathan.
Warga Aek Korsik keluhkan jalan ditimbun tanah lumpur
Sabtu, 22 November 2025 20:55 WIB 880
Sejumlah warga mengeluhkan timbunan tanah dari pengerukan parit yang ditumpuk di sepanjang jalan umum di Blok A Pasar 3, PT SMART Kebun Adipati, menuju kebun kelapa sawit perseorangan di Desa Aekkorsik, Kecamatan Aek Kuo. ANTARA/Kurnia Hamdani
