Karo (ANTARA) - Dalam pertemuan hangat dengan insan pers dan penggiat media sosial, Pemimpin Cabang PNM Kabanjahe, Daniel Silitonga, memaparkan peran strategis PNM dalam memperluas akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro di Tanah Karo. Acara berlangsung di Gundaling Farmstead, Berastagi, Kamis (20/11/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Daniel menegaskan bahwa PNM sejak awal didirikan pada 1 Juni 1999 memang dirancang sebagai solusi pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi rakyat pascakrisis moneter.
“PNM hadir bukan hanya sebagai penyalur modal, tetapi sebagai pelopor pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan. Misi kami adalah membuat para pelaku usaha kecil ini benar-benar naik kelas,” ujarnya.
Dalam paparannya, Daniel memaparkan bahwa hingga 26 Mei 2025, PNM telah mengoperasikan 4.594 titik layanan di seluruh Indonesia, terdiri dari 58 kantor cabang, 621 unit ULaMM, dan 3.973 unit Mekaar. Dengan jaringan ini, PNM telah menjangkau lebih dari 14 juta nasabah, dengan total pembiayaan mencapai Rp22,21 triliun dan outstanding pembiayaan Rp48,53 triliun.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada jutaan cerita ibu-ibu hebat yang menjaga ekonomi keluarganya lewat usaha kecil yang semakin kuat karena pendampingan PNM,” kata Daniel.
Daniel menjelaskan dua produk unggulan PNM yang menjadi pilar pemberdayaan yakni ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) yang hadir sejak 2008 sebagai pembiayaan langsung bagi usaha mikro dan kecil dengan pendampingan usaha melalui Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Selain itu produk lain adalah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), diluncurkan pada akhir 2015, memberikan akses permodalan tanpa agunan bagi perempuan prasejahtera dengan sistem tanggung renteng. Dengan lebih dari 11 juta nasabah aktif, Mekaar kini menjadi salah satu program pemberdayaan perempuan terbesar di dunia.
“Sebagian besar nasabah kami adalah perempuan yang memegang peranan penting dalam ekonomi keluarga. Ketika mereka berdaya, maka ekonomi daerah ikut bergerak,” tegas Daniel.
PNM, lanjut Daniel, punya pendekatan berbeda dibanding lembaga pembiayaan lain. Pemberdayaan dilakukan melalui tiga modal, diantaranya modal finansial berupa pembiayaan usaha yang mudah dan terjangkau.
Selain itu modal intelektual berupa pelatihan soft skill, hard skill, hingga edukasi manajemen usaha. Terakhir adalah modal sosial dengan membangun jejaring dan kerja sama antar-nasabah agar saling menguatkan.
“Kami ingin memastikan nasabah tidak hanya mendapat dana, tapi juga ilmu, kepercayaan diri, dan dukungan sosial untuk tumbuh,” ujarnya.
Daniel turut menjelaskan inovasi PKU yang kini dilakukan melalui tiga metode: tatap muka, daring, dan mandiri melalui platform digital. Model berlapis ini membuat pelatihan bisa diakses lebih fleksibel dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian sejak 2021, PNM kini mendapatkan dukungan permodalan yang lebih kuat dan akses layanan yang terintegrasi. Hal ini mempercepat perluasan jangkauan dan memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia.
Daniel menegaskan bahwa PNM membawa visi besar sebagai lembaga keuangan terkemuka dalam pelayanan dan pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil.
“Kekuatan PNM ada pada manusia—para nasabah yang berjuang setiap hari. Selama mereka terus tumbuh, kami akan berdiri di belakang mereka,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi interaktif, dimana para jurnalis dan kreator konten menggali lebih jauh dampak program PNM di Tanah Karo, kisah sukses nasabah, hingga strategi penguatan UMKM lokal.
Daniel Silitonga Paparkan Fakta Dampak Program Ultra Mikro : "Kami Ingin UMKM Naik Kelas"
Kamis, 20 November 2025 22:37 WIB 1611
Daniel Silitonga, Pemimpin Cabang PT PNM Kabanjahe memaparkan peran strategis PNM dalam memperluas akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro di Tanah Karo dalam temu ramah bersama insan pers di Gundaling Farmstead, Berastagi, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/AdeFriadi)
