Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan Sumatera Utara terus menggencarkan literasi digital terutama pada generasi muda setempat agar mereka menjadi cerdas dan bijak di era teknologi.
"Literasi digital kini menjadi kebutuhan mendasar seiring perubahan pola pendidikan serta pesatnya penggunaan teknologi," ujar Wali Kota Medan saat meluncurkan Gerakan Literasi Digital Yayasan Parulian di Medan, Kamis.
Ia mengatakan generasi muda harus diberi pemahaman lebih terkait perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini.
Rico Waas mengatakan generasi muda, harus cermat menilai konten-konten di media sosial dan tidak hanya membaca judul, melainkan harus rajin mencari data dan fakta serta sumbernya terpercaya atau tidak
"Digital ini harus menjadi sesuatu yang positif. Jangan sampai kita terjatuh pada penyalahgunaan atau termakan hoaks," kata dia.
Oleh karena itu, Wali Kota menegaskan pemerintah daerah bakal mengintensifkan sosialisasi dan edukasi terkait literasi digital tersebut.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk guru dan para orang tua untuk terlibat aktif memberikan pemahaman literasi digital ke generasi muda.
Dengan pelibatan guru dan orang tua, Ia menyakini pemahaman literasi digital bagi generasi muda dapat mudah terwujud karena merupakan orang terdekat di lingkungan masing-masing.
"Gerakan ini menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan teknologi yang berkembang cepat," sebut dia
Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengapresiasi Yayasan Parulian yang berkontribusi dengan meluncurkan gerakan literasi digital di sekolah tersebut.
Ia berharap gagasan yang dilakukan yayasan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak memberikan pemahaman yang luar tentang literasi digital.
"Sejak 1987 Parulian ikut mencerdaskan kota ini. Ini kontribusi besar, apalagi dalam membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan pendidikan,"ujarnya
