Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan terdapat lima komitmen utama pelestarian budaya Melayu dan menjadi bagian aktif diplomasi budaya nasional.
"Sebagai provinsi memiliki warisan peradaban Melayu yang sangat kuat, Pemprov Sumut berkomitmen menjadi bagian aktif penguatan diplomasi budaya nasional. Oleh karena itu, kami menegaskan lima komitmen utama," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya usai menerima kunjungan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Pertama, kata dia, pelestarian bahasa dan dialek Melayu. Surya mengatakan Pemprov Sumut mendukung pendokumentasian, revitalisasi, penguatan dialek Melayu pesisir, dan ragam bahasa lokal, menjadi aset linguistik Sumatera Utara.
Kedua, penguatan kurikulum bahasa dan budaya Melayu dengan mendorong institusi pendidikan mulai sekolah hingga perguruan tinggi. "Poin kedua ini untuk memperkuat pembelajaran bahasa, sejarah, dan sastra Melayu sebagai muatan lokal maupun kajian ilmiah," kata Surya.
Ketiga, kolaborasi akademik dan riset internasional dengan menyambut kerja sama riset, pertukaran akademik, kolaborasi ilmiah lembaga bahasa, dan universitas dari negara-negara serumpun.
Keempat, pengembangan pariwisata budaya Indonesia - Melayu dengan memperkuat destinasi sejarah, seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al-Osmani, dan Masjid Lama Gang Bengkok Kesawan.
"Ada Masjid Raya Al-Mashun, kawasan Kesultanan Deli, dan berbagai situs budaya Melayu sebagai heritage tourism yang berdaya saing global," tegas Surya.
Kelima, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu dengan mendorong berbagai produk seni, busana, kuliner, dan kriya Melayu modern.
Kunjungan BKSAP DPR RI ke Sumatera Utara ini guna menindaklanjuti deklarasi Asosiasi Anggota Parlemen Berbahasa Indonesia Melayu dengan anggota antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.
"Ini sebagai bagian dari rantai ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah," tutur Surya.
Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya melakukan penguatan kerangka kerja yang nantinya Bahasa Indonesia-Melayu menjadi bahasa forum internasional, terutama di ASEAN.
Pihaknya juga ingin lebih memperkuat kerangka kerja agar Bahasa Indonesia-Melayu sebagai bahasa persatuan di parlemen ASEAN.
"Tentu pekerjaan yang sangat panjang. Kita berharap lima atau sepuluh tahun ke depan ini akan dapat diteguhkan," kata Mardani Ali Sera.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Terima BKSAP DPR, Sumut paparkan 5 komitmen lestarikan budaya Melayu
