Sergai (ANTARA) - Banjir yang melanda dua kecamatan di Tanjung Beringin dan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini telah kembali normal. Kendati demikian Pemkab Sergai tetap menyalurkan bantuan Sembako ke warga terdampak.
Banjir merendam sedikitnya 2.698 KK yang terdampak pada 4.272 jiwa itu ternyata bukan bencana yang paling ditakuti oleh masyarakat. Sebaliknya bencana apa yang ditakuti warga Sergai ini
Tercatat di tahun 2025 ini ada tiga bencana yang terjadi di Sergai. Bencana ini menyisakan berbagai kesedihan. Bukan hanya mengalami kerugian namun juga kehilangan nyawa.
Memasuki akhir bulan Oktober ini, Jumat (31/10/2025) Antara merangkumkan berbagai bencana alam yang terjadi di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini, diantaranya bencana yang paling ditakuti warga Sergai adalah angin puting beliung.
Dalam kurun waktu 10 bulan, Bencana angin puting beliung datang bertubi di Sergai. Kerugiannya mencapai ratusan juta. Ribuan rumah porak-poranda. Warga harus mengungsi dan membutuhkan biaya cukup besar untuk memperbaiki rumah mereka.
Dihimpun Antara dari BPBD Sergai bencana angin puting beliung selama 10 bulan ini mencapai 743 rumah mengalami rusak. Total itu berada di 14 kecamatan se Sergai. Beruntung kejadian itu pada bulan Agustus 2025.
Kepada Antara Plt Kalak BPBD Sergai Abdurrahman Purba mengatakan ada 743 rumah di 14 kecamatan mengalami rusak ringan dan berat akibat angin puting beliung. Bencana ini paling ditakuti karena kerugiannya sangat berdampak.
Selanjutnya ada bencana banjir yang kini mulai surut. Banjir di Sergai juga berdampak kepada ribuan rumah dan ribuan jiwa. Bencana terakhir adalah cuaca ekstrem ini berdampak kepada nelayan tradisional yang ada di Sergai.
Dalam 10 bulan ini sudah beberapa kali terjadi cuaca ekstrem. Korbannya nelayan hingga merenggut nyawa.
" Kita baru saja tertimpa musibah banjir dan cuaca buruk. Dimusibah cuaca ekstrem menelan dua korban jiwa dan kapal nelayan juga rusak parah.
Pemkab Sergai kata Abdurrahman Purba selalu tanggap setiap bencana yang terjadi di Sergai. Pemerintah terus berkoordinasi dari tinggal bawah hingga ke pusat. Berbagai bantuan juga sudah tersalur kepada korban terdampak. Namun kita selalu berdoa semoga Sergai dijauhkan dari bencana yang dapat merugikan masyarakat.
