Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara meminta seluruh elemen masyarakat, terutama pemangku kepentingan pertanian dapat memperkuat edukasi program ketahanan pangan di seluruh kecamatan.
"Edukasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata di seluruh lingkungan," ujar Wakil Wali Kota Medan Zakyuddin Harahap saat menerima kunjungan Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, di Medan, Senin.
Ia mengatakan, Tani Merdeka Indonesia yang memiliki berbagai program di bidang pertanian sangat berperan membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang ketahanan pangan.
Pihaknya berharap edukasi yang dilakukan dapat memberi pemahaman bagi masyarakat terkait pentingnya mendukung ketahanan pangan, khususnya di perkotaan.
"Sama-sama kita mengetahui, ketahanan pangan ini juga menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Pemkot mengajak Tani Merdeka Indonesia memperkuat ketahanan pangan masyarakat," kata dia.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan sangat mengapresiasi elemen masyarakat yang turut memperkuat dan mendukung ketahanan pangan di wilayah itu.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dan mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Medan.
"Sosialisasi program ketahanan pangan dapat menjangkau seluruh kecamatan dan kelurahan sehingga mampu membuka peluang kerja baru serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat," sebut dia.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Medan Agus Suriyono menegaskan organisasi yang dipimpinnya berkomitmen mendukung ketahanan pangan di wilayah itu.
"Tani Merdeka Indonesia Medan memiliki berbagai program mendukung ketahanan pangan seperti pertanian kota, pembentukan kader ketahanan pangan serta pengelolaan sampah organik menjadi produk bermanfaat," ujar Agus Suriyono.
Agus menjelaskan dalam kesempatan itu pihaknya bakal melantik 21 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) se-Kota Medan secara serentak.
Nantinya, Tani Merdeka Indonesia bakal melakukan berbagai kerja sama dengan pemangku kebijakan terkait dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah itu.
Diantara program yang dijalankan adalah pengelolaan sampah organik dari pasar dan hotel untuk diolah menjadi pupuk organik dan pakan ternak serta pemanfaatan makanan berlebih dari hotel yang masih layak konsumsi untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu.
Langkah-langkah itu merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Presiden.
“Lahan pertanian di Medan memang terbatas karena merupakan wilayah perkotaan. Karena itu, kami akan mengembangkan urban farming dengan melibatkan seluruh pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan," ujarnya.
