Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah perairan di Sumatera Utara pada 27 hingga 30 Agustus 2025 berpotensi dilanda gelombang tinggi.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain Marpaung, di Medan, Rabu, mengatakan, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Batu, perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan timur Kepulauan Nias, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia barat Lampung dan selatan Banten serta Samudera Pasifik utara Maluku.
Jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 meter, hal itu berisiko terhadap pelayaran yang menggunakan perahu nelayan.
Sementara jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang tinggi mencapai 1,5 meter memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang.
Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Indah Paramita menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Kamis (28/8) pagi rata-rata berawan dan berpeluang hujan ringan di sebagian besar wilayah Sumatera Utara
Siang dan sore hari masih diprakirakan berawan dan hujan ringan, demikian juga pada malam hari berawan dan berpotensi hujan ringan.
Sedangkan pada dini hari berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di Langkat, Deli Serdang, dan Medan
Suhu udara rata-rata 14-36 Derajat Celcius dan kelembaban udara 66-99 persen persen.
"Waspadai potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang dan badai petir di wilayah lereng timur dan pantai timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya," katanya.
