Medan, Sumut (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menghadirkan program tarif khusus bagi pelanggan yang membutuhkan perjalanan mendadak dengan harga lebih terjangkau.
Skema ini memungkinkan masyarakat membeli tiket mulai dua jam sebelum keberangkatan, selama tempat duduk masih tersedia.
Manajer Humas KAI Divre I Sumut M As'ad Habibuddin di Medan, Senin, menyampaikan program itu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan serta memperluas akses terhadap transportasi publik yang efisien, aman, dan inklusif.
"Program tarif khusus merupakan bentuk adaptasi KAI terhadap pola mobilitas masyarakat modern. Kami ingin memastikan bahwa kereta api tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan yang semakin fleksibel, sekaligus menjaga keberlanjutan dan efisiensi operasional," katanya.
Program tarif khusus KAI Divre I Sumut berlaku untuk KA Sribilah Utama dengan relasi Medan-Tebing Tinggi dengan harga kelas Eksekutif Rp55.000, Bisnis Rp50.000, dan Ekonomi Rp40.000, serta Medan-Araskabu dengan harga Eksekutif Rp55.000, Bisnis Rp50.000, dan Ekonomi Rp40.000.
Selanjutnya relasi Mambang Muda-Rantau Prapat dengan harga tiket Eksekutif Rp50.000, Bisnis Rp45.000 dan Ekonomi Rp40.000.
Sebagai perbandingan, tarif normal KA Sribilah Utama relasi Medan-Tebing Tinggi berkisar Rp200.000 (eksekutif), Rp145.000 (bisnis), dan Rp105.000 (ekonomi).
Adapun tarif normal KA Sribilah Utama relasi Medan-Araskabu berkisar Rp150.000 (eksekutif), Rp110.000 (bisnis), dan Rp80.000 (ekonomi).
Serta tarif normal KA Sribilah Utama relasi Mambang Muda-Rantau Prapat berkisar Rp150.000 (eksekutif), Rp110.000 (bisnis), dan Rp80.000 (ekonomi).
"Melalui program ini, KAI memberikan kemudahan bagi pelanggan yang memutuskan bepergian secara mendadak. Cukup membeli tiket mulai dua jam sebelum berangkat, pelanggan sudah bisa mendapatkan harga spesial, baik melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, maupun loket stasiun," katanya.
