Medan (ANTARA) - Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sumatera Utara fokus pada pemassalan bridge sehingga olahraga tersebut makin digemari dan diharapkan semakin banyak muncul atlet potensial dari daerah itu.
"Setelah kami inventarisir, Sumut sangat kekurangan atlet, pelatih, wasit, dan pengkab serta pengkot bridge. Untuk itu, kita harus bekerja keras. Kami sudah merancang program 2025. Salah satunya adalah pemassalan bridge di Sumatera Utara," kata Ketua Umum Gabsi Sumut Novan Efendy Siregar di Medan,Senin.
Untuk itu, lanjut dia, pada tahun ini Gabsi Sumut akan fokus untuk menambah atau membentuk pengurus kabupaten dan pengurus kota di sejumlah daerah.
"Setidaknya tahun ini kita memiliki pengkab atau pengkot sebanyak 50 persen dari jumlah kabupaten/kota di Sumut," jelas Novan Siregar.
Kemudian, tambah Novan, Gabsi Sumut juga akan melakukan perekrutan atlet di kabupaten/kota.
"Kita minimal memiliki 300 atlet sehingga bisa menyelenggarakan Kejuaraan Gubsu Cup," jelasnya.
Dalam mendukung pemassalan bridge itu, Gabsi Sumut bakal menggelar Training of Trainers (ToT) Dasar-Dasar Bridge kepada Guru SMA/SMK minimal 20 kabupaten/kota.
"Untuk program ini, kita akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumut," tambahnya.
Gabsi Sumut juga berencana menggelar Penataran Pelatih Madya Tingkat Sumut. Ini dilakukan agar atlet-atlet bridge yang ada saat ini memiliki sertifikat pelatih yang bisa didaftarkan untuk jadi pelatih di pengkab/pengkot.
Bukan hanya tingkat provinsi, Gabsi Sumut juga berencana menggelar Penataran Pelatih dan Wasit Nasional di Medan.
"Kalau semua program ini bisa berjalan, kita bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional sekaligus Kongres Gabsi tahun 2026 nanti. Itu akan menjadi sejarah karena Sumut terakhir kali menjadi tuan rumah event nasional bridge tahun 1987 lalu," paparnya.
Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Lake Toba Sport Ecotourism, di mana salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bridge.
Itu merupakan kesempatan bagi Gabsi Sumut untuk mengenalkan bridge kepada masyarakat lebih luas.
"Untuk Lake Toba Sport Ecotourism tersebut, kita bisa melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah di sekitar lokasi, sekaligus pengenalan bridge kepada siswa di sana," katanya.
