Madina (ANTARA) - Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 7 satu atap Desa Siobon Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Parwis Nasution, S Pd gotong royong bersama masyarakat dua desa yakni Desa Siobon Jae dan Sopo Batu membuka akses jalan penghubung dua desa yang tertutup semak belukar, Minggu (1/6).
Pembukaan akses jalan sepanjang 2,5 kilometer ini dilakukan guna mempermudah akses para siswa dari Desa Sopo Batu untuk sekolah ke Desa Siobon Jae. Selain itu, pembukaan jalan lintas ini juga dalam momentum menyambut hari lahir Pancasila.
Dalam kegiatannya, masyarakat memanfaatkan racun rumput untuk mempercepat semak belukar mati.
Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 7 satu atap Desa Siobon Jae, Parwis Nasution, Senin (2/6) menyebutkan, pembukaan jalan ini sebagai upaya untuk menarik minat anak-anak usia sekolah yang tinggal di Desa Sopo Batu agar kembali mau bersekolah di SMPN 7 Satu Atap.
Dia menerangkan, banyak anak usia sekolah di desa itu yang tidak lagi melanjutkan sekolah akibat jauhnya jarak dari desa ke sekolah yang berada di pusat Kota Panyabungan yang jaraknya mencapai tujuh kilometer.
"Jalan lintas Sopo Batu ke Siobon Jae ini lebih pendek dari pada ke pusat Kota Panyabungan. Dahulu, anak-anak dari Sopo Batu sekolah SMP di Siobon Jae, namun karena jalan sudah tertutup akibat semak belukar, hari ini kita buka kembali," kata Parwis Nasution.
Parwis mengaku sangat optimistis bahwa anak-anak usia sekolah akan kembali berminat melanjutkan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya itu. Namun demikian, sinergitas antara pihak sekolah dan pemerintah desa juga sangat dibutuhkan.
"Hingga saat ini, 12 orang anak-anak sudah terkonfirmasi mau kembali bersekolah dari Sopo Batu. Alhamdulillah ini berkat kerja sama antara pihak sekolah, masyarakat, dan pemerintah desanya. Terima kasih," ujarnya.
Sejak launching becak angkutan gratis dilakukannya telah membuat minat anak-anak untuk sekolah meningkat. Hal itu dibuktikan pada tahun ajaran 2025/2026 ini pihak sekolah sudah berhasil merekrut 40 calon siswa.
"Alhamdulillah wa Syukurillah, anak anak yang sudah terkonfirmasi mendaftar di SMPN 7 Satu Atap di Siobon Jae dari tiga desa mencapai 40 orang. Saya optimistis dengan upaya kita dalam merangkul, siswa akan terus bertambah," ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sopo Batu, Hendri Rangkuti, menyambut baik inovasi dari guru Parwis Nasution.
Hendri mengucapkan terima kasih kepada tenaga pendidik di SMPN 7 Satu Atap, dan juga masyarakat yang berada di wilayah sekolah.
"Gebrakan dari pak Parwis Nasution ini sangat langka kami temukan. Beliau rela mengorbankan waktu bersama keluarga di hari libur demi masyarakat dalam membersihkan jalan lintas ini," ucapnya.
Kepala Desa Siobon Jae, Imal, menambahkan, pembukaan jalan lintas Sopo Batu-Siobon Jae merupakan inisiasi dari Parwis Nasution selaku Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap.
Langkah tersebut, kata dia, sebuah inovasi positif dalam memajukan pendidikan di wilayah tiga desa itu.
“Pemerintah Desa Siobon Jae mendukung penuh langkah yang digagas oleh pak Parwis ini. Jalan lintas ini sudah lama ditutup semak belukar. Dengan dibukanya kembali, mudah-mudahan anak-anak dari desa tetangga kembali mau bersekolah,” ujarnya.
