Langkat (ANTARA) - Santri yang bermukim di Pesantren Modern Nuur Ar Radhiyyah, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat dihebohkan, adanya santri menganiaya santri berdasarkan pengaduan orang tua santri ke Polres Langkat.
Hal itu dibenarkan Paur Subbag Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman, di Stabat, Minggu (14/2).
Peristiwa penganiayaan terhadap santri itu terjadi Kamis (11/2) sekitar pukul 18.30 WIB, dengan terlapor santri sebanyak 10 orang, yang dilaporkan Sabtu (13/2) oleh orang tua santri Andriyani Ishak.
Dalam laporannya ke SPKT Mapolres Langkat di Stabat Andriyani Ishak mendapat telepon dari anaknya berinitial AIK, dimana anaknya itu mengalami penganiayaan kekerasan yang terjadi Kamis (11/2), di pesantren Nuur Ar Radhiyyah, tempat korban bersekolah.
Akibat penganiayaan itu korban AIK mengalami luka memar di sekujur tubuhnya, sebagai orang tua merasa keberatan.
Untuk sementara kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Langkat, kata Yasir.
Sementara pengelola pesantren modern Nuur Ar Radhiyyah, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat Firmansyah yang dihubungi menjelaskan terhadap korban sudah diberikan peringatan terakhir, karena tingkahnya yang membuat santri lainnya merasa terganggu.
"Kita juga sudah melakukan skorsing selama satu minggu kepada AIK, untuk tidak mengulangi perbuatannya menggangu santri lainnya," katanya.
Dari laporan yang ada selama ini santri lain tidak berani melawan korban, malah ada santri yang disiram pakai air minuman, malah ada yang dipukul olehnya.
Orang tuanya sudah pernah dipanggil tapi meminta anaknya AIK untuk tidak diproses, anak itu memang bandel, dokumen semuanya lengkap, katanya.
"Sama Ustadz saja tak ada sopannya sudah berulang kali diperingati, orang tuanya sudah berulang kali pula dipanggil ke pondok," tegasnya.
