Medan, 9/5 (Antara) - Belum ada SMP Negeri di Kota Medan tahun ini yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terkait masih terbatasnya sarana komputer yang dimiliki masing-masing sekolah.
"Tahun ini belum ada SMP Negeri yang menggelar ujian dengan menerapkan UNBK, tapi kalau SMP swasta sudah ada yang menerapkannya," kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Senin usai meninjau pelaskanaan Ujian Nasional tingkat SMP di sejumlah sekolah.
Ia mengatakan, tahun ini, pihaknya masih fokus pada pelaksanaan UNBK di tingkat SMA Negeri sederajat, sementara untuk tingkat SMP Negeri masih belum.
Begitupun ia berharap tahun depan SMP Negeri di Kota Medan sudah bisa melaksanakan UNBK secara bertahap dengan menambah fasilitas pendukung, terutama komputer dan jaringan internet.
Untuk melaksanakan UNBK, menurut dia, tentunya perlu kesiapan di daerah dan pusat, sebab harus terkoneksi dan di samping itu harus didukung dengan sarana komputerisasi.
"Insya Allah tahun depan UNBK untuk SMP negeri di Kota Medan sudah kita gelar secara bertahap. Untuk itu kita mengharapkan dukungan semua pihak agar ini dapat terealisasi," katanya.
Sementara terkait kelancaran pelaksanaan UN tingkat SMP, ia mengatakan dipastikan berjalan dengan lancar tanpa ada kebocoran soal, Sebab, sanksi tegas siap menanti bagi siswa maupun pihak sekolah apabila terbukti ada kebocoran soal.
Ia juga optimistis para siswa dapat menjawab semua soal, selain materi soal sudah dipelajari , pihak sekolah juga telah memberikan les tambahan maupun try out kepada siswanya masing-masing sebagai persiapan menghadapi UN.
"Insya Allah pelaksanaan UN untuk tingkat SMP tahun ini berjalan dengan lancar. Saya minta kepada seluruh siswa agar tidak terpengaruh dengan informasi yang mengatakan ada soal bocor. Sekali lagi saya tegaskan, informasi itu tidak benar dan bohong," katanya.
Eldin pun yakin tidak ditemukan lagi para siswa yang terpengaruh dengan informasi kebocoran soal maupun jawaban, apalagi di depan pintu masuk ruang ujian telah ditempelkan penguman yang isinya menyatakan bagi siapa terbukti membocorkan soal, sanksinya 2 tahun penjara.
"Untuk itu kami percaya para siswa tidak akan berani berbuat curang selama pelaksanaan UN berlangsung," katanya.
