Oleh Evalisa Siregar
Medan, (Antara) - Bulog Sumatera Utara melakukan percepatan penyaluran beras untuk warga miskin dengan melakukan alokasi dua bulan sekaligus guna mengantisipasi pasokan yang ketat dan harga mahal menyusul musim kemarau.
"Untuk alokasi Februari dan Maret setiap penerima manfaat RTS (rumah tangga sasaran ) raskin mendapat 30 kilogram dari biasanya hanya 15 kg. Alokasi tambahan itu diambil dari jatah Bulan November dan Desember tahun ini," kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Jumat.
Percepatan alokasi raskin itu mengacu pada Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia Nomor B. 23/MENKO/KESRA/II/2014 tanggal 7 Februari 2014 perihal Percepatan Penyaluran Raskin Tahun 2014.
Surat Menko Kesra itu sendiri mengacu pada hasil dan putusan Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 Februari 2014 di Istana Negara.
Dia menjelaskan, kebijakan itu diambil antara lain melihat adanya kemungkinan terjadi gangguan panen akibat kemarau.
Gangguan panen akan membuat pasokan beras di pasar terganggu dan otomatis terjadi lonjakan harga.
"Dengan adanya beras yang memadai di tangan masyarakat penerima raskin, maka permintaan di pasar berkurang dan otomatis lonjakan harga bisa ditekan,"katanya.
Kalaupun, nyatanya harga beras naik juga, imbasnya tidak menerpa masyarakat kecil.
"Pemerintah memang terus berupaya melindungi masyarakat kecil dan termasuk menekan inflasi yang terpicu dari kenaikan harga berbagai barang," katanya.
Rudi menyebutkan penyaluran dua bulan alokasi itu sudah dilakukan Bulog di daerah Padang Sidempuan dan Gunung Sitoli dan akan terus dilakukan ke daerah lain dengan cara "menjemput bola" ke pemerintah kota dan kabupaten.
Adapun penyaluran raskin Sumut hingga tanggal l 12 Maret 2014 sudah sebesar 21.390.690 kilogram.
"Bulog menjamin penyaluran raskin akan berjalan lancar meski ada terjadi percepatan alokasi, karena stok juga cukup aman,"katanya.
Stok beras Bulog ada sebanyak 65.000 ton dan dalam waktu dekat ini akan masuk lagi pasokan sejumlah 10.000 ton dari Sulawesi Selatan.
Asisten II Ekonomi Pembangunan Sumut, Sabrina, menyebutkan,Pemprov Sumut terus melakukan upaya penahanan inflasi mulai dari meningkatkan pengawasan harga di pasar hingga menambah produksi berbagai barang kebutuhan mulai beras, bawang merah dan cabai merah yang kenaikan harganya sering menjadi pendorong inflasi.
Penyaluran raskin yang berjalan lancar juga diakui menjadi salah satu upaya menahan laju inflasi di Sumut yang tahun lalu secara kumulatif sangat tinggi atau 10.18 persen.***2***
(T.E016/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi)
