Medan, 12/6 (Antara)- Bulog Sumut menambah lagi pasokan beras sebanyak 3.000 ton dari Sulawesi Selatan untuk memperkuat stok di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Beras itu sedang proses bongkar setelah masuk 10 Juni lalu di Pelabuhan Belawan,"kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Rabu.
Menurut dia beras itu termasuk beras PSO (public service obligation) lainnya yang sudah duluan masuk seperti dari Jakarta disimpan untuk stok Bulog guna memenuhi kebutuhan rutin di Sumut khususnya di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Pada bulan-bulan itu, kata dia, biasanya permintaan beras untuk warga miskn (raskin) meningkat.
Selain untuk raskin, Bulog harus mempersiapkan stok untuk kebutuhan di luar dugaan seperti bantuan bencana alam.
"Bulog semakin merasa perlu menyiapkan stok lebih banyak mengingat pascakenaikan BBM (bahan bakar minyak), pemerintah akan menambah jatah raskin masyarakat penerima dari 12 bulan ketentuan tahun ini menjadi 16 bulan alokasi,"kata Rudi.
Dia mengakui, hingga dewasa ini memang belum ada instruksi resmi tentang penambahan alokasi raskin itu, tetapi Kementerian Kesejahteraan Rakyat sudah mengisyaratkan pemberlakuan itu kalau harga BBM jadi dinaikkan seperti rencana yakni pertengahan Juni ini.
Dengan adanya tambahan beras dari Sulawesi Selatan itu, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai 61.000 ton atau mencukupi untuk hampir enam bulan alokasi mendatang.
Ketua Tim Kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Mikael Budisatrio, menyebutkan, penguatan stok beras di Bulog dan termasuk kelancaran penyaluran raskin merupakan kebijakan yang terus harus dilakukan.
Penguatan stok dan penyaluran raskin tetap menjadi salah satu kebijakan yang dinilai penting bagi TPID untuk bisa menekan inflasi khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya menimbulkan gejolak harga berbagai barang di pasar,"katanya.
Inflasi di Sumut pada Juni dan Juli diperkirakan lebih tinggi dari Mei yang sebesar 0,26 persen.***3***Budi Suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
