Medan,7/6 (Antara)- Bulog Sumatera Utara belum bisa memastikan jadwal pasti penambahan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) menjadi 16 bulan alokasi.
"Belum ada instruksi dari Bulog pusat karena rencana penambahan alokasi dari 12 menjadi 16 bulan alokasi itu dilakukan kalau pemerintah sudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)," kata Humas Bulog Sumut Rudi, di Medan, Jumat.
Penyaluran raskin tambahan setelah kenaikan BBM itu merupakan keputusan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
"Bulog pasti segera menjalankan kebijakan itu kalau sudah ada instruksi dari pusat,"katanya.
Meski belum ada keputusan tentang penambahan alokasi raskin, Bulog tetap terus mengupayakan penguatan stok beras baik melalui pasokan beras "public service obligation" (PSO) maupun pembelian dari petani lokal.
Beras PSO sudah terus masuk dari Sumatera Selatan, Jawa Timur dan DKI Jakarta.
"Sedangkan pembelian beras dari petani, totalnya sudah mencapai 310 ton dan diharapkan bisa naik terus hingga mencapai target pembelian tahun ini yang sebanyak 15.000 ton," ujarnya.
Dia menjelaskan, hingga akhir pekan ini, stok beras Bulog Sumut sebanyak 58.000 ton dan itu memadai untuk kebutuhan rutin masyarakat di daerah itu sekitar lima bulan lebih.
Kepala Dinas Pertanian Sumut M Room S mengatakan sejauh ini panen padi di daerah ini cukup bagus meski belum panen besar.
Produksi sudah sedikit di atas target, seperti hingga Februari yang mencapai 855.310 ton.
"Distan Sumut bersama dinas kabupaten/kota dibantu BUMN yang ditugaskan pemerintah terus melakukan pengawalan ketat terhadap tanaman agar hasil panen maksimal meski cuaca ekstrem," katanya.(E016)
