"Harga beras di Sumut masih dalam keadaan stabil. Jadi OP raskin di Sumut masih dinilai belum perlu," kata Humas Perum Bulog Divre Sumut Rudi Adlyn di Medan, Rabu.
Harga beras yang stabil itu ditandai juga dengan antara lain belum ada permintaan OP dari pemerintah kabupaten/kota.
Hasil pantauan Bulog sendiri memang, harga beras di Sumut cukup stabil.
"Bulog siap saja kalau ada permintaan atau perintah OP beras karena stok beras di Sumut cukup aman,"katanya.
Stok beras Sumut masih di kisaran 45.000an ton dan itu cukup untuk hampir empat bulan alokasi kebutuhan raskin di Sumut.
Bulog, kata dia meyakini harga beras di Sumut akan tetap stabil karena selain stok di gudang Bulog aman, stok di tangan pedagang dan distributor juga cukup aman.
Keamanan stok beras diprediksi akan semakin aman, karena dewasa ini di sejumlah daerah sentra produksi padi Sumut sedang memasuki masa panen.
Bulog sendiri, kata dia, dewasa ini berupaya memperlancar penyaluran Raskin ke masyarakat penerima sesuai Surat Perintah Alokasi (SPA) dari pemerintah kabupaten/kota.
Dia menyebutkan, pada Januari 2015, alokasi Raskin Sumut di atas 50 persen dari total alokasi daerah itu yang sebesar 11.193 ton per bulan atau mencapai 5.304 ton dan pada Februari hingga pertengahan bulan sebanyak 3.084 ton.
Tahun ini, pagu Raskin Sumut tetap seperti tahun lalu lalu atau 746.220 rumah tangga sasaran (RTS) dimana tiap rumah tangga memperoleh 15 kg setiap bulan.
Kadis Perdagangan Sumut, Bidar Alamsyah menyebutkan, harga beras di Sumut relatif stabil dengan stok yang terjaga baik di tangan pedagang dan distributor.
"Hasil pantauan dan laporan tidak ada masalah dalam harga dan keamanan stok beras,"katanya.
Harga beras kualitas bagus saja relatif stabil seperti Kuku Balam Rp9.500-Rp10.000 per kg dan Ramos Rp11.000an per kg.***3***
(T.E016/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.