Medan, 29/5 (Antara) - Bulog Sumatra Utara sedang membongkar 2.448 ton beras yang didatangkan dari Jakarta akhir pekan lalu untuk tambahan stok
Beras sebanyak 2.448 ton dari DKI Jakarta itu masih dalam proses bongkar hingga saat ini, kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Rabu.
Diharapkan pembongkaran segera rampung sehingga stok Bulog semakin memadai untuk kebutuhan rutin yakni penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) hingga antisipasi keperluan bencana alam.
Dengan masuknya beras dari DKI Jakarta sebanyak 2.448 ton, stok beras Bulog bertambah menjadi 58.000 ton dan bisa untuk kebutuhan enam bulan ke depan.
"Stok harus diperbanyak karena selain untuk kebutuhan rutin dan antisipasi bencana alam, Bulog juga memerlukan tambahan untuk alokasi raskin sebanyak empat bulan atau menjadi 16 bulan setelah harga BBM (bahan bakar mnyak) naik," kata Rudi.
Rencana penambahan alokasi Raskin itu merupakan wacana Kementerian Kesejahteraan Rakyat dengan harapan tambahan beras itu bisa membantu masyarakat.
Selain mengandalkan beras public service obligation (PSO), penguatan stok beras Sumut dilakukan Bulog dengan terus melakukan pembelian bahan pangan utama itu ke petani lokal.
Pembelian beras terus bertambah atau sudah mencapai 310 ton dan diharapkan bisa naik lagi hingga mencapai target pembelian tahun ini sebanyak 15.000 ton.
Pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Pusat Pasar Medan, Acai menyebutkan, harga beras belum naik lagi setelah sebelumnya mengalami beberapa kali kenaikan.
Harga beras untuk IR64 paling murah sebesar Rp7.600 per kg dan beras kuku balam seharga Rp11.000 per kg. Beras di pasar Medan, dewasa ini paling banyak masuk dari Aceh karena selain Sumut belum panen, biasanya beras Sumut berkualitas baik dijual ke luar Sumatera. ***3**
(T.E016/B/S. Suryatie/S. Suryatie)
