Medan, 21/5 (Antara) - Bulog Sumut terus memperkuat stok untuk kesiapan menambah penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) menjadi 16 bulan dalam tahun ini menyusul naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
"Bulog Sumut baru mendapat pasokan beras PSO ('public service obligation') dari Jakarta sebanyak 384 ton dan akan ada masuk lagi dari daerah lain. Penambahan stok beras itu agar penyaluran raskin tambahan berjalan lancar," kata Humas Bulog Sumut Rudi di Medan, Selasa.
Dia menjelaskan sesuai rencana Kementerian Kesejahteraan Rakyat, tahun ini pemerintah akan menambah empat bulan alokasi raskin dari sebelumnya yang direncanakan hanya 12 bulan sehingga totalnya menjadi 16 bulan.
Penambahan itu akan dimulai saat pemerintah menaikkan harga BBM sehingga masyarakat terbantu dari pengadaan beras yang merupakan kebutuhan utama, katanya.
"Bulog akan memaksimalkan kinerja penyaluran, khususnya saat harga BBM sudah dinaikkan,"katanya.
Selain mengandalkan beras PSO, penguatan stok beras Sumut dilakukan Bulog dengan terus melakukan pembelian bahan pangan utama itu ke petani lokal.
"Syukur, pembelian beras terus bertambah atau sudah mencapai 310 ton dan diharapkan bisa naik lagi hingga mencapai target pembelian tahun ni sebanyak 15.000 ton," katanya.
Rudi mengakui hambatan terbesar dalam penyaluran raskin datang dari pemerintah kota/kabupaten dengan adanya tunggakan pembayaran.
"Bulog tidak akan menyalurkan raskin kalau pemkab/pemkot memiliki masalah tunggakan karena seharusnya hal itu tidak terjadi mengingat rakyat langsung membayar uang raskin itu saat menerima jatahnya," katanya.
Penyaluran raskin di Sumut dewasa ini masih 75 persen karena beberapa kabupaten seperti Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, dan Simalungun, penyalurannya rendah dampak adanya tunggakan," ujar Rudi.
Bulog sudah kembali mengingatkan agar pemkab/pemkot itu segera menyelesaikan tunggakan raskin tersebut agar penyaluran bisa dilakukan Bulog dengan lancar dan mereka (pemkab/pemkot) sudah menyanggupi.
Anggota DPD RI utusan Sumut Parlindungan Purba mengatakan rencana pemerintah menambah alokasi raskin kepada penerima manfaat saat kenaikan harga BBM dinilai langkah tepat.
Dengan kecukupan beras di tengah warga kurang mampu, maka beban ekonomi masyarakat bisa berkurang saat harga BBM naik.
Langkah penambahan raskin itu juga bisa menekan lonjakan harga barang di pasar dan dampak akhirnya dapat meredam peningkatan inflasi, katanya. ***4*** (T.E016/B/Farochah/Farochah) 21-05-2013 13:01:18
