Medan,13/5 (Antara) - Bulog Sumut berupaya merampungkan pembongkaran 7.800 ton beras asal Sulawesi Selatan yang tiba di Pelabuhan Belawan, Senin siang.
"Pembongkaran beras langsung dilakukan saat KM Sinar Sejati Party yang membawa komoditas itu sandar di Pelabuhan Belawan," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Senin malam.
Pembongkaran muatan beras dilakukan dengan cepat bukan hanya dimaksudkan untuk menekan biaya tinggi di pelabuhan, tetapi juga untuk keamanan stok di gudang Bulog.
"Stok harus semakin diperkuat karena selain musim panen belum masuk, Bulog Sumut juga belum bisa banyak membeli beras petani lokal," katanya.
Dari target pengadaan 15.000 ton, Bulog baru bisa membeli 210 ton akibat di daerah tersebut belum masuk masa panen.
Dengan kedatangan beras dari Sulsel itu, maka stok di gudang Bulog semakin aman atau mencapai 60 ribuan ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan enam bulan.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Room.S, menyebutkan, pihaknya semakin meningkatkan pengawalan tanaman petani masa tanam April-September.
Pengawalan semakin diperketat karena cuaca ekstrem masih terus berlanjut.
Cuaca ekstrem seperti itu dikhawatirkan membuat ancaman serangan hama meningkat sehingga bisa menggangu hasil panen.
"Pemprov Sumut berharap panen petani semakin bagus setelah hingga Februari 2013, realisasi tanaman padi di atas target atau sudah 182,161 hektare dengan perkiraan produksi 855.310 ton," katanya.
Panen padi yang bagus akan memudahkan Sumut mencapai target produksi padi tahun ini yang sebanyak 3.875.720 ton atau bahkan bisa lebih. ***3*** (T.E016/B/T. Susilo/T. Susilo) 13-05-2013 21:19:50
