Medan, 26/4 (Antara) - Bulog Sumut kembali membeli beras petani di sentra produksi Deliserdang sebanyak 105 ton, setelah sempat vakum dua bulan.
"Dengan pembelian beras itu, total beras petani yang sudah dibeli Bulog tahun ini sudah mencapai 165 ton, setelah awal tahun ada sebanyak 60 ton," kata Humas Bulog Sumut, Rudi, di Medan, Jumat.
Menurut dia, berhasilnya Bulog membeli beras petani itu menggembirakan karena sebelumnya sulit dilakukan .
Selain harga jual di atas harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.600 per kg, petani memilih tidak menjual sebagian hasil panennya dengan alasan untuk konsumsi sendiri.
Masih mahalnya harga jual dan langkah petani menyimpan beras untuk konsumsi sendiri itu bisa dipahami mengingat belum masuknya masa panen besar di daerah itu.
Bulog berharap pembelian hasil musim tanam Aprl-September bisa lebih banyak sehingga target pengadaan beras dari petani sebesar 15.000 ton pada tahun ini bisa tercapai.
"Pembelian beras petani 105 ton itu juga memperkuat stok Bulog atau mencapai 70ribuan ton,"kata Rudi.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Room.S, mengakui, panen belum banyak, apalagi dewasa ini sudah kembali memasuki musim tanam.
Namun meski panen belum banyak, realisasi tanam hingga Februari 2013 sudah melebih target.
Dari target tanam seluas 113.616 hektare, realisasi sudah 182,161 hektare dengan produksi 855.310 ton.
Sales Supervisor I PT Petrokimia Gresik Wilayah Sumut, Cahyono, menyebutkan peningkatan hasil produksi karena petani sudah mulai mau mengikuti petunjuk pemupukan dengan sistem 5-3-2 atau pupuk organik 500 kg, phonska 300 kg dan urea 200 kg.***3***Budi suyanto
(T.E016/B/B. Suyanto/B. Suyanto)
