Medan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara meluncurkan Quick Response Code Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto) di Kota Medan guna meningkatkan pendapatan daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan dari sistem pembayaran digital berbasis QRIS.
"Sebelumnya QRIS digunakan hanya sebatas pembayaran, sementara Qresto dimanfaatkan untuk optimalisasi pembayaran pajak," ujar Rudy di Medan, Senin.
Ia mengatakan melalui Qresto, setiap transaksi yang dilakukan pelanggan di hotel, kafe, maupun restoran akan langsung memisahkan (split) pembayaran antara pelaku usaha dan pajak daerah secara langsung.
Menurut dia, mekanisme tersebut membuat pajak yang dibayarkan langsung masuk ke kas daerah tanpa harus menunggu proses perhitungan bulanan.
"Jadi, saat pengunjung melakukan pembayaran menggunakan QRIS, dana akan langsung terbagi antara restoran dan pajak secara real time," katanya.
Rudy menambahkan, Qresto merupakan bentuk efisiensi teknologi digital yang diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan sejumlah keunggulan Qresto,
antara lain proses yang cepat, akurat karena perhitungan dilakukan secara sistem, serta meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak.
"Selain itu, sistem tersebut juga memberikan kemudahan karena cukup dilakukan dalam satu kali transaksi," ujar dia.
Saat ini, implementasi Qresto telah diuji coba pada salah satu restoran di pusat perbelanjaan di Medan dan ke depan akan diperluas ke sektor restoran, hotel, dan kafe lainnya.
"Ke depan, kami juga akan mengembangkan penerapan sistem ini pada sektor parkir di Medan sebagai bagian dari inovasi kebijakan peningkatan pendapatan daerah," ujar dia.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan pembayaran melalui Qresto secara otomatis akan masuk ke rekening kas daerah.
"Artinya, pengelolaan keuangan menjadi lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat maupun negara, serta dikelola secara profesional," katanya.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026