Medan, (Antara) - Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan, Senin, menampilkan kesenian lintas budaya yang ada di Sumatera Utara.
Kesenian yang ditampilkan itu berupa tarian kolosal dari beberapa kabupaten di Sumut, seperti tarian Melayu Deli, tarian Tapanuli Selatan, Karo, Nias, Simalungun, Tapanuli Utara, Dairi, termasuk tari piring dari Provinsi Sumatera Barat.
Plt Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Edy Rahmayadi, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo memberikan aplaus meriah sebagai bentuk kekaguman atas penampilan kesenian tersebut.
Setelah penampilan tarian etnis budaya itu, dilanjutkan dengan tarian bendera yang dibawakan ratusan pelajar SLTA dari Medan yang mengiringi lagu-lagu perjuangan, sehingga menambah suasana heroik dan khidmat bagi tamu undangan dan masyarakat yang mengikuti upacara HUT Kemerdekan tersebut.
Sebelumnya, juga digelar drama perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda di daerah Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut.
Kisah perjuangan tersebut menceritakan tentang upaya tentara Belanda yang merebut Pangkalan Berandan sebagai "kota minyak".
Namun berkat perjuangan masyarakat yang tidak kenal menyerah hingga titik darah yang penghabisan, akhirnya Belanda gagal menguasai Pangkalan Brandan.
Beberapa mantan pejuang tahun 1945 yang menyaksikan drama yang dibawakan para pelajar dan remaja itu kelihatan meneteskan air mata.
Pperingatan HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan tersebut juga diwarnai dengan kegiatan terjun payung yang ditampilkan prajurit TNI dan Polri.
Upacara HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan tersebut dipimpin Plt Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi sebagai Inspektur Upacara.
Kegiatan yang disaksikan ribuan warga tersebut berlangsung dengan meriah, tertib, aman, dan lancar. ***4***
(T.M034/B/I. Arfa/I. Arfa) 17-08-2015 16:44:37
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026