Medan, (Antara) - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara di Sumatera Utara melakukan "bedah rumah" 45 unit milik Legiun Veteran Republik Indonesia sebagai komitmen kepedulian terhadap masyarakat.
"Bedah rumah salah satu bentuk nyata kepedulian BUMN terhadap masyarakat. Momentumnya dilakukan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Rakyat Indonesia ke-70 tahun 2015," kata Direktur Aset PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Eddi Hariyadi di Medan, Senin.
Ia mengatakan itu di sela-sela peninjauan pembangunan rumah janda veteran yang menjadi salah satu rumah yang "dibedah" BUMN di Jalan Bunga Rampai 3, Gang Beton, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.
Bedah rumah itu diberikan dengan biaya pembangunan maksimal Rp40 juta per unit.
"Diharapkan langkah bedah rumah yang dilakukan BUMN untuk menolong masyarakat itu jumlahnya akan bisa meluas," katanya.
Vice President Divisi Regional 1 KAI Sumut Saridal mengatakan, di wilayah Kodim 0201/BS, ada 12 rumah veteran yang akan dibedah.
"Sebagai koordinator pelaksana kegiatan perayaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 oleh BUMN, KAI bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan terus mengawal pembangunan 'bedah' rumah itu," katanya.
Dalam kegiatan itu, Nawari br Tarigan, janda veteran almarhum Zaman Bangun terus menerus mengucapkan kata "bujur" yang merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa etnis Karo.
Dengan penuh haru, perempuan berusia 78 tahun tersebut mendoakan seluruh pejabat BUMN yang berkunjung ke rumahnya agar dimurahkan rezeki.
Dengan bahasa Karo yang diterjemahkan Lurah Simalingkar B Ramli Bangun, Nawari mengakui selama ini takut tidur di rumahnya yang beratap nipah dan dinding tepas.
"Kalau hujan bocor, saya takut. Jadi saya sering pindah tinggal di rumah anak di kampung," katanya.
Sebagai janda pensiunan dan anak-anak yang pendapatannya pas-pasan, Nawari mengaku hanya mengandalkan uang pensiun almarhum suaminya untuk biaya hidup sehari-hari.
Nawari memiliki enam orang anak (tiga pria dan tiga wanita) yang sebagian besar berprofesi sebagai supir, pembersih kuburan, dan ibu rumah tangga.
Sekretaris Camat Medan Tuntungan Taufiq Siregar menyebutkan, sebagian besar warga kecamatan itu bekerja sebagai petani atau buruh tani.
Pihaknya mengakui masih banyak warga di kecamatan tersebut yang memiliki rumah kurang layak huni.
"Kemampuan pemerintah terbatas sehingga kami mendukung dan berharap terus ada program seperti yang dilakukan BUMN," katanya. ***4***
(T.E016/B/I. Arfa/I. Arfa) 17-08-2015 16:25:22
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026