Pematang Siantar (ANTARA) - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Labuhan Batu pada Februari 2026, mengalami inflasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematang Siantar, Ahmadi Rahman, Kamis (5/3), mengatakan, inflasi sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Di Kota Pematang Siantar, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,57 persen dan Kabupaten Labuhan Batu 0,79 persen.
Komoditi tomat, cabai merah, dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama kenaikan harga di kedua wilayah.
Begitu juga emas perhiasan turut memberikan andil inflasi yang cukup signifikan di Kota Pematang Siantar, seiring meningkatnya permintaan masyarakat dan perkembangan harga emas global.
Meski demikian, tekanan inflasi relatif tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti cabai rawit dan bawang merah.
Ahmadi Rahman menegaskan, komitmen
pihaknya menjaga stabilitas nilai Rupiah melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar, serta penguatan bauran kebijakan moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan bahan pokok, Kantor Perwakilan BI Pematang Siantar terus memperkuat sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah daerah, Bulog, serta para pelaku usaha.
Seperti optimalisasi gerakan pangan murah, penguatan kerja sama antar pelaku usaha dan daerah, serta memantau perkembangan harga secara rutin.
