Medan (ANTARA) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah itu.
"TPAKD harus jadi motor penggerak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap setelah rapat pleno penetapan program kerja TPAKD Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Kemudian, dia melanjutkan, TPAKD juga perlu memperluas akses keuangan bagi masyarakat Sumut, dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah tahun ini.
Pleno itu merupakan langkah strategis dalam memastikan setiap program memiliki target terukur, indikator kinerja jelas, mekanisme monitoring dan evaluasi yang efektif.
"Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Sebelumnya pada 4 Februari 2026, ujar Sulaiman, telah dilaksanakan bimbingan teknis terkait penyusunan program kerja TPAKD.
Hal itu dilakukan guna memastikan arah kebijakan yang disusun selaras dengan prioritas nasional dan pembangunan daerah.
"Secara khusus, Sumut telah menyusun 27 program kerja TPAKD diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, dan prioritas nasional," ujarnya.
Menurut dia , program kerja TPAKD tersebut mencerminkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperluas akses keuangan.
Adapun fokus program kerja TPAKD tahun ini mencakup beberapa pilar utama, yakni membuka akses dan mendorong kesejahteraan melalui penguatan jaringan.
Kemudian, mewujudkan masyarakat yang cerdas dan terlindungi melalui kampanye literasi keuangan.
Selain itu, manfaat akses dan pengelolaan keuangan yang diperkuat program Siswa Teladan "Satu Rekening Satu Pelajar", dan pengembangan UMKM Tangguh melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pilar lainnya, penguatan sinergi melalui klaster kemitraan sektor unggulan dan pengembangan UMKM digital di Sumatera Utara.
"Saya mengajak kita semua untuk bekerja dengan semangat kolaboratif, inovatif, dan akuntabel demi terwujudnya Sumut yang inklusif secara keuangan, kuat secara ekonomi, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya," ujar Sulaiman.
