Sergai (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sei Rampah, menyusul temuan berulang MBG yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.
Penutupan sementara kata Koordinator BGN Sergai Nurhasanah Ritonga Minggu (1/3/2026) mengatakan adanya temuan dan investigasi operasional tim pengawas (Tauwas) pusat yang mengacu pada laporan tanggal 26 Februari 2026 terkait temuan menu sayur.
Ditambahkan Nurhasanah Ritonga, penutupan sementara itu berlaku sejak tanggal 2 Maret 2026 sesuai dari hasil pemeriksaan lapangan Koordinator Regional Sumatera Utara, serta Keputusan Kepala BGN RI Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis TA 2026.
" Penghentian ini bersifat sementara sampai waktu yang belum dapat ditentukan sebagai langkah pembenahan untuk memastikan terpenuhinya tenaga Pengawas Gizi dan infrastruktur sesuai standar. Dapur akan kembali beroperasional setelah adanya surat izin operasional kembali yang diterbitkan langsung oleh BGN", terang Nurhasanah Ritonga.
Hingga hari ke-9 Ramadhan BGN telah menghentikan sementara operasional 47 SPPG termasuk SPPG Desa Sei Rampah. Data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 mencatat 47 kasus tersebar di tiga wilayah kerja.
Wilayah I terdapat 5 kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III sebanyak 12 kejadian. Temuan itu meliputi roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas.
Dilansir dari Antaranews, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan di Jakarta, Sabtu, langkah itu dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar.
"Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh," ujarnya.
Dia menjelaskan, keputusan itu diambil setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada produk makanan, tetapi juga pada manajemen dapur, rantai distribusi, dan prosedur kontrol kualitas.
“Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan,” kata Nanik.
