Tapanuli Tengah (ANTARA) - Upaya pelestarian lingkungan pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi antara PT Agincourt Resources (PTAR) dan KTH Mandiri Lestari dengan merehabilitasi hutan mangrove di wilayah pesisir Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sejak 2022. Hingga awal 2026, luas mangrove yang berhasil ditanam telah mencapai sekitar 29 hektare.
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandiri Lestari Abdul Rahman Sibuea kepada ANTARA, Selasa (17/2) mengatakan, program restorasi dilakukan secara bertahap mulai dari pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan berkelanjutan.
“Awalnya 10 hektare, kemudian berkembang menjadi 19 hektare. Jadi total saat ini sekitar 29 hektare yang sudah kami tanami dan rawat bersama,” ujarnya.
Selain rehabilitasi mangrove, PT Agincourt Resources, Pengelola Tambang Emas Martabe juga menjalankan berbagai program lingkungan lainnya, seperti penanaman pohon, budidaya ikan, serta konservasi penyu di sejumlah wilayah pesisir.
Menurut Abdul Rahman, dampak program mangrove tidak hanya dirasakan secara ekologis, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.
“Mangrove berfungsi menahan abrasi, menjaga biota laut, menyerap karbon, dan hasil penelitian kualitas air menunjukkan kondisi yang sangat baik. Pendapatan nelayan pun mulai meningkat,” jelasnya.
Seiring pertumbuhan mangrove yang semakin rindang, kawasan tersebut kini berkembang menjadi destinasi ekowisata baru. Pengelola bahkan telah membangun dermaga sederhana sebagai fasilitas kunjungan masyarakat.
“Sekarang sudah banyak warga datang untuk swafoto dan viral di media sosial. Ke depan kami ingin kawasan ini dikembangkan lebih serius sebagai wisata alam,” tambahnya.
Ke depan, kolaborasi rehabilitasi mangrove direncanakan kembali diperluas sekitar 11 hektare di wilayah Kecamatan Sitahuis.
Abdul Rahman menegaskan pihaknya siap terus bersinergi dengan perusahaan dan pemerintah daerah untuk memperluas gerakan konservasi.
“Potensi mangrove di Tapanuli Tengah masih sangat luas. Selama dibutuhkan, kami siap mendukung karena ini untuk kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi kepedulian lingkungan yang dijalankan PT Agincourt Resources meski operasional tambang masih terhenti.
“Kepedulian PT AR patut diacungi jempol. Kami sangat berharap operasional perusahaan bisa segera berjalan kembali agar program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, melalui program bertajuk “Aksi Tanam - Dari Hati untuk Bumi”, perusahaan tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan, teknik tanam yang tepat, serta pemantauan pascatanam guna memastikan tingkat hidup tanaman tetap tinggi.
Program ini dirancang sebagai gerakan kolektif jangka panjang dengan melibatkan masyarakat lokal agar ekosistem pesisir yang pulih dapat dijaga secara berkelanjutan.
Ia menyatakan dengan pendekatan tersebut, setiap bibit mangrove yang ditanam diharapkan tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026