Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengingatkan anak-anak agar waspada terhadap bahaya narkoba yang kini menyasar kelompok usia muda, termasuk anak-anak, akibat kurangnya pengawasan dan pengaruh lingkungan yang tidak sehat.

Peringatan tersebut disampaikan Saipullah saat menyerahkan santunan kepada 83 anak yatim di Desa Pidoli Lombang, tepatnya di Lorong Aek Galoga, Kecamatan Panyabungan, Kamis (29/1).
 
“Banyak peredaran narkotika yang mencari pemakai baru, dan anak-anak sering kali menjadi sasaran karena kurang diawasi,” ujar Saipullah.

Ia pun berpesan agar anak-anak berhati-hati dalam bergaul serta tidak mudah mengikuti ajakan orang lain yang tidak jelas tujuannya. Selain itu, Saipullah mendorong para anak yatim untuk tekun belajar agar kelak menjadi generasi yang berguna dan membanggakan orang tua.

Pada kesempatan itu, Saipullah juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan kubah dan tempat wudu masjid setempat. Menurut dia, usulan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Terkait keperluan masjid, seperti kubah dan tempat wudu, nanti akan kami lihat situasinya, apakah memungkinkan dianggarkan dari dana yang tersedia,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pidoli Lombang, Pairin, menyampaikan bahwa jumlah anak yatim di desa tersebut lebih dari 80 orang, dengan sekitar 40 anak berada di Lorong Aek Galoga.

“Di Desa Pidoli Lombang ada lebih dari 80 anak yatim, dan di Lorong Aek Galoga saja sekitar 49 anak,” ujarnya.

Pairin berharap kegiatan santunan seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang. Ia juga mengundang Bupati Madina untuk kembali hadir pada 27 Ramadan guna menyaksikan penyerahan bantuan anak yatim menjelang Idulfitri.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung Bapak Bupati di tengah kesibukannya. Semoga kedatangan ini membawa berkah bagi kami semua,” kata Pairin.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026