Madina (ANTARA) - Evi Desvita resmi memimpin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, di tengah berbagai sorotan publik terkait kualitas layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Pelantikan Evi Desvita sebagai Direktur RSUD Panyabungan dilakukan dalam rangkaian pelantikan sekitar 160 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina), Rabu (20/5) siang. Pengangkatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 821.2/0393/K/2026 tentang pengangkatan, pengukuhan, dan pemberhentian jabatan.
Evi Desvita yang sebelumnya menjabat sebagai analis jabatan di RSUD Panyabungan kini menggantikan dr. Muhammad Rusli Pulungan, Sp.THT-KL, yang beralih menjadi dokter ahli madya di rumah sakit yang sama.
Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit. Sejumlah persoalan yang disorot antara lain antrean panjang pasien, keterbatasan dokter spesialis, serta fasilitas dasar yang dinilai belum optimal.
Selain itu, pengunjung juga sempat mengeluhkan kondisi fasilitas umum seperti toilet yang kerap tersumbat. Pihak rumah sakit sebelumnya menyebutkan kondisi tersebut dipicu oleh kebiasaan pengunjung yang membuang sampah rumah tangga seperti pembalut dan popok ke dalam saluran.
Sorotan juga datang dari DPRD Mandailing Natal melalui panitia khusus (pansus) LKPJ, yang meminta pemerintah daerah mengoptimalkan pelayanan RSUD Panyabungan. Legislator menilai sejumlah persoalan klasik, seperti ketersediaan air bersih, penataan parkir, profesionalisme tenaga medis, hingga tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada besarnya anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Panyabungan tahun 2026. Anggaran tersebut mencakup pengadaan obat-obatan sekitar Rp10,1 miliar, bahan medis habis pakai Rp3,4 miliar, serta belanja alat kesehatan lainnya.
DPRD mengingatkan agar besarnya anggaran tersebut dapat berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar belanja administratif tanpa perubahan signifikan di lapangan.
Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, dalam arahannya menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Yang kita terima setiap bulan adalah uang rakyat. Tentu harus kita jawab dengan pemberian pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja di sektor kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, berbagai keluhan yang muncul harus dijawab dengan perbaikan layanan yang konkret.
Dengan berbagai tantangan yang ada, kepemimpinan baru di RSUD Panyabungan diharapkan dapat menjadi momentum pembenahan menyeluruh, terutama dalam meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat Mandailing Natal.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.