Langkat (ANTARA) - Banjir di Kabupaten Langkat sejak beberapa hari ini akibatkan 11 orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir yang terjadi selain itu terdapat 115.979 kepala keluarga atau 437.480 jiwa yang terdampak.
Itu disampaikan Direktur Fasilitasi Penangan Korban dan Pengungsi BNPB Nirwan Harahap, di Stabat, Selasa.
Beliau menyampaikan itu saat berada dalam rapat evaluasi bencana banjir Langkat yang juga dihadiri oleh Bupati Syah Afandin, Sekda Amril, dan pimpinan OPD.
Sementara berdasarkan data yang diterima Antara dari dampak bencana yang terjadi banyak fasilitas umum terendam dan rusak, kerugian lahan pertanian, perkebunan yang terendam.
Selain itu ada juga aksea jalan yang terputus, jembatan penghubung yang rusak, jaringan listrik masih ada yang terputus, jaringan internet juga terputus.
Saat peristiwa itu terjadi terdapat 19.434 jiwa yang mengungsi walaupun ada yang sudah pulang dari tempat pengungsian, namun ada juga yang belum kembali, karena daerahnya masih terendam banjir yang sangat dalam, terutama di Tanjung Pura, dan Besitang.
Sementara itu secara terpisah Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan yang dikirimkan guna meringankan beban pemkab Langkat.
"Semoga bencana ini segera berakhir sehingga proses lainnya segera bisa tertangani seperti perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan lainnya," katanya.
