Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan, kerja sama antara daerah itu dan Australia yang telah terjalin selama ini bisa diperkuat mau pun diperluas ke berbagai sektor.
"Tentunya besar harapan kami kerja sama antara Sumut dan Australia terus berjalan, dan juga bisa melebar ke beberapa aspek," kata Bobby usai menerima Duta Besar Australia Rod Brazier di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, kondisi perekonomian Sumut pada 2025, mengalami pertumbuhan sebesar 4,53 persen dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi pendorong utama.
Gubernur mengatakan, Sumatera Utara memiliki berbagai potensi unggulan, diantaranya sektor pertanian dan perkebunan.
"Salah satu komoditas dinilai memiliki potensi besar ialah kelapa sawit. Selain itu, Sumut juga menjadi pintu gerbang Indonesia di wilayah barat," katanya.
Bobby juga menyampaikan rencana pembangunan pergudangan logistik di Kepulauan Nias, yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Nias, terutama menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
"Kami sedang membangun gudang pangan di sana (Kepulauan Nias, red) karena belajar dari bencana kemarin, di sana terisolir," ujar Bobby.
Dubes Australia Rod Brazier sempat mempertanyakan kondisi terkini pascabencana hidrometeorologi melanda Sumatera Utara pada akhir November tahun lalu.
Menjawab pertanyaan itu, Gubernur menjelaskan bahwa Sumut saat ini tengah memasuki masa pemulihan dengan mengdepankan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
Rod Brazier mengatakan, Sumut merupakan salah satu provinsi penting di Indonesia, sehingga dinilai perlu hadir langsung berkunjung ke daerah tersebut.
Ia juga menyampaikan duka cita dari masyarakat Australia atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut pada akhir November tahun lalu.
"Saya juga mau menyampaikan duka dari masyarakat Australia terhadap banjir tahun lalu. Mudah-mudahan Sumut sudah pulih," kata Rob.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026