Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat ada dua wilayah yakni Kabupaten Asahan dan Kota Binjai yang sedang dilanda bencana banjir.
Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut yang diterima di Medan, Jumat menyebut bencana banjir di Kabupaten Asahan terjadi pada (11/5). Sedangkan di Kota Binjai terjadi pada (14/5).
Pusdalops mendata banjir di Asahan melanda Kecamatan Tinggi Raja dan Kecamatan Sei Dadap. Sementara banjir di Kota Binjai tengah dilakukan pendataan.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 135 kepala keluarga, 110 rumah dan ,532 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Asahan.
Kecamatan Tinggi Raja merupakan wilayah paling parah dengan 500 jiwa dari 120 Kepala Keluarga (KK) dan 100 rumah terdampak. Sedangkan Kecamatan Sei Dadap tercatat 32 jiwa dari 10 KK dan 20 rumah terdampak.
Selain itu satu tempat ibadah dan satu fasilitas umum yakni puskesmas juga terdampak bencana alam tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data yang diterima Pusdalops PB Sumut.
"Berdasarkan laporan korban luka, pengungsi dan meninggal dunia nihil banjir di Asahan. Sedangkan di Kota Binjai masih dilakukan pendataan," ujarnya.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan kedua pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026