Tapanuli Selatan (ANTARA) - Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara kembali dikepung banjir akibat luapan Sungai Batang Toru di wilayah tersebut.
“Desa kami sudah kembali terisolir. Sejumlah titik akses jalan terendam. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa,” kata Kepala Desa Bandar Tarutung H. Sulhan Sihombing kepada ANTARA, Kamis sore.
Menurut dia, air mulai naik sejak pagi hingga petang dan menggenangi rumah-rumah penduduk serta fasilitas pendidikan di sejumlah kampung.
Ia menyebut wilayah terdampak meliputi Kampung Malako, Cemara, Padang Bolak dan Kampung Utama.
“Hampir seratus rumah yang terendam di empat kampung atau anak Desa Bandar Tarutung. Korban jiwa tifak ada, hanya saja air memaksa lebih 350 jiwa warga mengungsi ke lokasi-lokasi yang aman,” ujarnya.
Sulhan mengatakan meluapnya Sungai Batang Toru dipicu tingginya curah hujan dan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai.
Selain itu, kondisi pendangkalan sungai dan tanggul yang jebol turut memperparah banjir di desa tersebut.
“Mudahnya meluap Sungai Batang Toru ditambah semakin melebarnya tanggul yang jebol menjadi pemicu mudahnya air merendam desa kami seperti yang terjadi beberapa bulan lalu,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menurunkan personel ke lokasi terdampak banjir.
“Sejumlah personel sudah meluncur ke Desa Bandar Tarutung sekaligus membawa perahu karet sebagai upaya membantu warga yang terjebak di tengah banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapsel Idham Halid Pulungan.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.