Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menginstruksikan, evakuasi korban dan membuka akses jalur logistik yang terputus di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumut.
"Penanganan harus dilakukan berfokus pada pelayanan, pencarian, pertolongan, evakuasi korban, dan buka akses jalan terputus akibat bencana," tegas Bobby usai rapat koordinasi penanganan bencana bersama Menko PMK RI Pratikno secara daring di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubernur Sumut, Kamis.
Untuk bantuan logistik, lanjut Bobby, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah menyalurkan ke beberapa wilayah yang terdampak bencana.
Pemprov Sumut telah mengirimkan bantuan logistik, seperti satu ton minyak goreng, 500 kilogram gula putih, 500 kotak teh celup, 20 ribu bungkus mi instan, dan 1.000 kaleng ikan sarden.
"Namun, hingga kini masih ada daerah yang belum bisa diakses melalui jalur darat. Oleh sebab itu, upaya pembersihan material longsor terus dilakukan," jelas Bobby.
Gubernur menyebutkan, hal ini guna membuka jalur logistik maupun komunikasi di beberapa wilayah terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut menyatakan, 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara dilanda bencana hidrometeorologi, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal.
Selain itu, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.
Total jumlah korban sebanyak 123 jiwa terdiri atas 47 korban meninggal dunia, 9 dinyatakan hilang, 67 luka berat dan luka ringan dengan 4.035 warga masih mengungsi dari tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
"Untuk 8 kabupaten/kota sudah bisa ditembus bantuan kami lewat jalur darat, namun ada 2 kabupaten/kota belum bisa kami suplai Tapteng (Tapanuli Tengah) dan Sibolga karena akses masih terputus total," kata Bobby.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI atas pilihan menjangkau kedua kabupaten/kota tersebut melalui jalur udara dengan menyiagakan dua unit helikopter.
Selain itu, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution juga telah menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara selama 14 hari ke depan.
"Ini untuk melakukan pendampingan di kabupaten/kota terdampak, koordinasi tim reaksi cepat multisektor, mendirikan pos pengungsian dan pos lapangan, menggalang bantuan BUMN, BUMD, dan stakeholder terkait," tutur Bobby.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, pihaknya tengah terus berupaya memulihkan jaringan komunikasi di daerah terdampak bencana.
Sebab, masih terdapat beberapa wilayah terdampak bencana hidrometeorologi mengalami gangguan komunikasi sejak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda.
"Sesuai arahan pak Gubernur, pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan. Saat ini masih ada kabupaten/kota jaringan komunikasinya terganggu. Untuk itu, kami terus berupaya menyelesaikan hal tersebut," kata Erwin.
Menko PMK RI Pratikno menyatakan, pemerintah pusat serius menanggapi bencana yang melanda tiga provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
"Pak Prabowo memerintahkan pada kami serius menanggapi bencana tanggap darurat, di saat yang sama kita juga menyiapkan pascadaruratnya. Nanti untuk pemulihan masyarakat, karena infrastuktur juga harus segera pulih," kata Pratikno di Jakarta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Bobby: Evakuasi dan buka akses logistik di daerah terdampak
