Tapanuli Selatan (ANTARA) - Banjir dan tanah longsor yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (24/11) pagi yang mengakibatkan meluapnya sungai serta runtuhan tebing di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dalam laporan yang diterima ANTARA, Rabu, menyebut wilayah terdampak meliputi Kecamatan Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Tumbuhan Angkola, dan Angkola Muaratais. Sejumlah desa di kecamatan tersebut terisolasi akibat akses jalan yang tertutup banjir dan material longsor.
Dari data sementara korban tewas bertambah dari sebelumnya tercatat 13 orang, menjadi 15 korban meninggal terdiri atas satu warga Sipirok, satu warga Angkola Barat, serta 13 warga Kecamatan Batangtoru.
Selain itu, satu korban di Sipirok mengalami luka berat setelah hanyut, sementara satu warga Angkola Barat mengalami luka berat akibat tertimpa pohon tumbang. Di Batangtoru, 56 warga mengalami luka berat dan ringan.
BPBD setempat tengah melakukan pendataan lanjutan serta mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Basarnas telah dikerahkan untuk membuka akses jalan serta membantu proses penyelamatan di lapangan.
“Curah hujan masih tinggi sehingga evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian. Sejumlah titik masih tergenang dan beberapa wilayah sulit dijangkau,” ujar Kalaksa BPBD Tapsel, Zulkarnaen Siregar.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai Selasa (25/11). Penetapan status tersebut dilakukan sambil menunggu proses finalisasi surat keputusan bupati.
Sementara itu, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, 5 tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat dan selimut, serta 5 unit perahu karet. Selain itu, petugas di lapangan membutuhkan 10 chainsaw dan 100 paket alat kebersihan untuk percepatan penanganan.
Di katakan, hujan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur sebagian wilayah Tapanuli Selatan. Petugas tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan maupun pergerakan tanah.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah daerah, mengingat kondisi cuaca di wilayah pegunungan Tapanuli Selatan masih tidak stabil.
