Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebutkan sebanyak 16 ribu rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah siap huni tahun ini.
"Saat ini sudah ada 8.700 akad kredit, dan 16 ribu unit siap huni," ucap Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumut Muhammad Suib dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Adapun 16 ribu rumah bersubsidi hunian layak dan terjangkau bagi MBR ini, lanjut dia, dari total pembangunan sebanyak 20 ribu unit rumah melalui Program 3 Juta Rumah di wilayah Sumut.
Pemprov Sumut bersama Real Estate Indonesia (REI) Sumut dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut akan merealisasikan pembangunan 20 ribu unit rumah MBR tahun ini.
"Awalnya 15.000 unit rumah, tapi ditambah menjadi 20.000 unit rumah yang merupakan total kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di wilayah Sumut," katanya.
Tambahan ini, ujar dia, merupakan inisiatif Gubernur Sumut Bobby Nasution yang dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk asosiasi pengembang dan dunia perbankan, seperti Bank Sumut.
"Program 20 ribu rumah ini bukan hanya program Dinas Perkim, tapi program kolaborasi lintas sektor. Lokasinya tersebar di kabupaten/kota se-Sumut, dan dukungan pemerintah daerah masing-masing," jelas Suib.
Pihaknya juga mengajak masyarakat Sumut untuk aktif mengikuti Program 3 Juta Rumah karena harga rumah subsidi ditawarkan sebesar Rp166 juta dengan tenor kredit hingga 20 tahun.
"Sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat, termasuk insan pers, mengetahui dan bisa ikut memanfaatkan program ini,” kata dia.
Ia juga menambahkan, keberhasilan program ini merupakan tanggung jawab bersama antara Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumut.
"Kami berharap bupati dan wali kota se-Sumut turut menyediakan lahan, mempercepat perizinan, serta memberikan rekomendasi teknis. Karena lokasi lahan berada di daerah masing-masing,” jelas Suib.
Ketua DPD REI Sumut Rakutta Karo-Karo mengaku bahwa sekitar 60 persen proyek anggota REI di Sumut ditujukan bagi pembangunan rumah MBR.
"Kami bermitra dengan pemerintah, termasuk memperoleh dukungan berupa pembebasan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Dengan dukungan penuh bapak Gubernur Sumut, kami siap menyukseskan program 20 ribu rumah ini,” ungkap Rakutta.
Menurut dia, hingga kini terdapat 11 ribu unit rumah bersubsidi bagi MBR Program 3 Juta Rumah telah terealisasi, dan sisanya ditargetkan rampung hingga Desember 2025.
"Dahulu kami kesulitan mendapat kuota, tapi kini berkat dukungan Pemprov Sumut, kuota sudah tersedia. Rumah yang dibangun REI dan Apersi juga aman secara legalitas dan siap huni,” ujar Rakutta.
Sekretaris Apersi Sumut Husein menambahkan, pihaknya telah berkontribusi bagi pembangunan sekitar 3.500 unit rumah MBR di Sumut melalui kerja sama dengan berbagai perbankan.
"Mencapai target 20 ribu unit subsidi tentu bukan hal yang mudah. Namun sinergi antara pemerintah dan pengembang, kami optimistis target ini bisa tercapai. Apalagi jika ada kebijakan pemerintah yang semakin mempermudah proses perizinan,” kata Husein.
